NEWS SUMMARY:
- Menkeu Purbaya mengkritik pemberitaan majalah internasional yang menilai Indonesia salah kelola anggaran dalam proyek strategis.
- Investor institusi mengeluhkan iklim investasi yang dinilai kusut, lambat, dan tidak membaik sejak bertahun-tahun.
- Pemerintah menyiapkan mekanisme aduan mingguan untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi nasional.
24JAMNEWS.COM - Apakah kritik seorang Menteri Keuangan dapat mengubah cara dunia melihat iklim investasi Indonesia?
Mengapa sindiran media internasional justru memicu evaluasi serius di dalam negeri?
Purbaya Yudhi Sadewa yang menjabat sebagai Menteri Keuangan mempertanyakan pemberitaan majalah internasional yang menilai Indonesia menyia-nyiakan anggaran dalam sejumlah proyek strategis.
Ia menyebut narasi tersebut tidak sejalan dengan data resmi yang menggambarkan stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang bertahan di kisaran 5 persen.
Ia menegaskan bahwa publikasi global perlu menggunakan informasi terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan investor institusi.
Ia menyatakan bahwa pemberitaan keliru dapat memengaruhi persepsi risiko dan mengganggu aliran investasi asing ke dalam pasar obligasi pemerintah Indonesia.
Baca Juga: 3 Hari Pascabencana, DPR Soroti Truk Pembawa Kayu Besar dan Desak Menteri Kehutanan Bertindak
Investor Keluhkan Proses Perizinan yang Dinilai Kusut dan Berbelit
Purbaya mengungkapkan keluhan investor institusi pemegang Surat Utang Negara yang menilai iklim investasi Indonesia tidak mengalami perbaikan nyata.
Ia menyampaikan bahwa proses perizinan masih dianggap berbelit oleh pelaku usaha meskipun laporan internal kementerian menyebut hambatan telah diminimalkan.
Ia menilai akumulasi masalah perizinan yang terjadi selama puluhan tahun membuat proses investasi seperti terjebak dalam birokrasi berlapis.
Baca Juga: Data Badan Geologi: Curah Hujan Ekstrem Jadi Faktor Dominan Bencana Hidrometeorologi Pekan Ini
Ia menegaskan bahwa perbaikan iklim investasi membutuhkan kolaborasi lintas kementerian agar hambatan administratif dapat diurai secara strategis.
Artikel Terkait
Menteri Investasi Rosan Roeslani Jelaskan 3 Alasan Investor Tetap Optimistis di Kawasan IMIP
Isu Tambang Dinilai Jadi Pemicu Konflik PBNU, Mahfud MD Jelaskan Pergeseran Karakter Organisasi
BMKG Ungkap 2 Fenomena Atmosfer Pemicu Hujan Sangat Lebat yang Sebabkan Banjir di Sumatera
183 Personel dan Puluhan Ton Logistik Diangkut Kapal Wisanggeni 8005, Polri Perkuat Penanganan Banjir
Dukungan Maksimal: Helikopter, Hercules, dan 40 Ton Logistik Gerakkan Penanganan Banjir Aceh
Jalan Palembayan Bisa Dilalui, Tim Gabungan Salurkan Bantuan ke Wilayah yang Sebelumnya Terputus
23 Korban Tewas di Taput: Bantuan TNI–Polri dan Perangkat Starlink Bantu Pulihkan Akses Jalan serta Komunikasi
BBM di Aceh: Pengiriman Udara 2.000 Liter dan Skema Clustering SPBU Jadi Andalan Pertamina
Tragedi Palembayan: 60 Warga Belum Ditemukan, Upaya SAR Temukan 3 Anak Suherman di Lokasi Berbeda
DPR Tampilkan Video 1,5 Meter Kayu Besar Pascabencana, Titiek Soeharto Minta Penegakan Hukum Tegas