24JAMNEWS.COM - Sore itu, Kamis (27/11/2026) sekitar pukul 17:30 WIB, Suherman (35) bersama istri dan tiga anaknya baru selesai makan di rumahnya di Kampung Pili, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Sambil menunggu azan Magrib berkumandang, tiba-tiba istrinya berteriak kalau air sungai meluap.
"Pada saat itu juga saya melompat dari tempat tidur. Berlari keluar melihat kondisi di depan rumah saya," kata Suherman, Rabu, (3/12/2025).
Baca Juga: BBM di Aceh: Pengiriman Udara 2.000 Liter dan Skema Clustering SPBU Jadi Andalan Pertamina
Dalam hitungan detik, air sungai disertai kayu dan batu besar menghantam rumahnya.
Suherman bersama tiga anaknya sempat lari ke pintu dapur untuk bisa segera keluar dari rumah. Namun, aliran banjir bandang lebih cepat menyapu mereka.
Sekeluarga pun terseret galodo atau banjir bandang. Suherman sudah tak tahu lagi keberadaan istri dan anak-anaknya.
Yang dia ingat, dia tersangkut di batang pohon dan setengah badannya sudah tertutup lumpur.
"Waktu saya hanyut, berjalan di atas lumpur sedalam satu pinggang. Berjalan dua langkah rasanya berlari satu kilometer," kata dia.
Suherman baru bisa keluar dari terjangan banjir sekitar pukul 23:00 WIB.
Baca Juga: Jalan Palembayan Bisa Dilalui, Tim Gabungan Salurkan Bantuan ke Wilayah yang Sebelumnya Terputus
Pada pukul 09:00 WIB keesokan harinya, Jumat (28/11/2025), jasad anak pertamanya Revan Ardiansyah (14) ditemukan sekitar lima atau enam meter dari tempat dia terseret banjir.
Tak berselang lama, jasad anak keduanya Aisyah Aliani (9) ditemukan juga, kali ini dengan bantuan dari tim relawan.
"Dalam satu hari itu, kedua anak saya ditemukan oleh warga dan tim relawan," kata dia.
Artikel Terkait
DPR Jadwalkan Rapat 4 Desember Bahas Kerusakan Hulu dan Dampak Material Kayu pada Banjir Sumatera
Banjir Bandang di 3 Provinsi Sumatera, Pemerintah Diminta Evaluasi atas Kebijakan Lingkungan
Dampak Menebang 1.000 Pohon Lebih Berat daripada Menanam 1.000 Pohon, Moratorium Disiapkan
Menteri Investasi Rosan Roeslani Jelaskan 3 Alasan Investor Tetap Optimistis di Kawasan IMIP
Laporan Badan Geologi: 3 Faktor Kunci Penyebab Longsor di 5 Wilayah Sumatera Saat Hujan Ekstrem
183 Personel dan Puluhan Ton Logistik Diangkut Kapal Wisanggeni 8005, Polri Perkuat Penanganan Banjir
Dukungan Maksimal: Helikopter, Hercules, dan 40 Ton Logistik Gerakkan Penanganan Banjir Aceh
Jalan Palembayan Bisa Dilalui, Tim Gabungan Salurkan Bantuan ke Wilayah yang Sebelumnya Terputus
23 Korban Tewas di Taput: Bantuan TNI–Polri dan Perangkat Starlink Bantu Pulihkan Akses Jalan serta Komunikasi
BBM di Aceh: Pengiriman Udara 2.000 Liter dan Skema Clustering SPBU Jadi Andalan Pertamina