NEWS SUMMARY:
Rencana Whoosh ke Surabaya masih dikaji pemerintah dengan melibatkan K/L.
Fokus pada konektivitas nasional tanpa abaikan pemerataan pembangunan.
Kawasan transit harus beri manfaat ekonomi melalui konsep TOD.
24JAMNEWS.COM - Apakah proyek perluasan kereta cepat Whoosh hingga Surabaya akan benar-benar terwujud.
Di tengah beban utang ratusan triliun yang masih membayangi dan tuntutan pemerataan pembangunan di berbagai daerah?
Pemerintah tengah mempertimbangkan rencana memperluas rute Kereta Cepat Indonesia–Tiongkok (KCIC) dari Jakarta–Bandung hingga Surabaya.
Baca Juga: Badan Pangan Nasional Bentuk Satgas Baru, Harga Beras Masih Naik di 59 Wilayah Indonesia
Namun, realisasi proyek ini disebut masih dalam tahap penghitungan dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga terkait.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan hal tersebut.
Bahwa setiap langkah perlu diperhitungkan secara matang, terutama karena proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) telah menimbulkan beban utang negara sebesar Rp116 triliun.
Baca Juga: Kasus Korupsi Timah Sang Suami: Sandra Dewi Klaim Aset Rp33 Miliar Hasil Kerja Sendiri
“Pemerintah saat ini terus menghitung, melibatkan kementerian dan lembaga, serta mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha,” ujar AHY di Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025.
Konektivitas dan Efisiensi Waktu Jadi Daya Tarik Proyek
AHY menilai, jika rute Whoosh ke Surabaya dapat direalisasikan, dampaknya terhadap efisiensi waktu tempuh akan signifikan.
Artikel Terkait
2025 Jadi Tahun Penentu, Presiden Prabowo Siapkan Langkah Tekan Pengangguran RI
Presiden Prabowo Siapkan 288.000 Layar Digital dan Dana Rp13 T untuk Pendidikan
4 Program Pendidikan Presiden Prabowo: Dari LPDP hingga Digitalisasi Sekolah
Viral Video Tak Saling Sapa, Menkeu Purbaya Tegaskan Hubungannya dengan Luhut Baik
Purbaya Yudhi Sadewa dan Luhut Pandjaitan Duduk Jauh di Sidang Kabinet, Isu Tegang Ditepis
Desakan Publik Semakin Meningkat: Kasus Dugaan Korupsi Rp18 Miliar Gus Yazid
ISEA Berhasil Bukukan Laba Bersih Rp3,58 Miliar, Pendapatan Tumbuh 125 Persen
Konsumsi Rumah Tangga Diprediksi Tumbuh 5,5 Persen Berkat Suntikan Dana Rp200 Triliun
Kasus Korupsi Timah Sang Suami: Sandra Dewi Klaim Aset Rp33 Miliar Hasil Kerja Sendiri
Badan Pangan Nasional Bentuk Satgas Baru, Harga Beras Masih Naik di 59 Wilayah Indonesia