“Bayangkan, jika Jakarta–Surabaya bisa ditempuh dalam waktu tiga jam, tentu ini sangat berdampak pada konektivitas dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Penentu, Presiden Prabowo Siapkan Langkah Tekan Pengangguran RI
Menurut AHY, percepatan perjalanan antarkota besar juga akan membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi kalangan pelajar, pekerja, dan pelaku bisnis.
“Kalau masih kuliah di Surabaya, bisa setiap hari pulang pergi tiga jam sambil ngerjain paper atau meeting,” imbuhnya.
Keterbatasan Anggaran dan Pemerataan Pembangunan Jadi Tantangan
Meski begitu, AHY menekankan pentingnya kehati-hatian dalam alokasi anggaran, agar proyek besar seperti ini tidak menimbulkan ketimpangan pembangunan.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Diprediksi Tumbuh 5,5 Persen Berkat Suntikan Dana Rp200 Triliun
“Kalau kita fokus ke sana saja (rute Surabaya), tentu seperti tidak sensitif terhadap kebutuhan pemerataan pembangunan wilayah,” ucapnya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin hanya mengedepankan proyek ambisius tanpa mempertimbangkan kondisi fiskal dan kebutuhan daerah lain.
“Kita tidak bisa hanya fokus pada satu hal, tapi juga selalu dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Tanpa mengesampingkan pemerataan, kita harus hitung dengan baik,” tegas AHY.
Baca Juga: ISEA Berhasil Bukukan Laba Bersih Rp3,58 Miliar, Pendapatan Tumbuh 125 Persen
Kawasan Transit Harus Memberi Nilai Tambah Ekonomi
Selain soal anggaran, AHY menekankan pentingnya manfaat ekonomi yang nyata dari pembangunan jalur kereta cepat, terutama di kawasan transit.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya membangun jalur fisik, tetapi juga perlu memastikan kawasan transit memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kawasan-kawasan transit itu harus menjadi nilai tambah yang juga bisa mendukung stabilitas pembiayaan melalui pengembangan konsep TOD (Transit Oriented Development),” jelas AHY.
Artikel Terkait
2025 Jadi Tahun Penentu, Presiden Prabowo Siapkan Langkah Tekan Pengangguran RI
Presiden Prabowo Siapkan 288.000 Layar Digital dan Dana Rp13 T untuk Pendidikan
4 Program Pendidikan Presiden Prabowo: Dari LPDP hingga Digitalisasi Sekolah
Viral Video Tak Saling Sapa, Menkeu Purbaya Tegaskan Hubungannya dengan Luhut Baik
Purbaya Yudhi Sadewa dan Luhut Pandjaitan Duduk Jauh di Sidang Kabinet, Isu Tegang Ditepis
Desakan Publik Semakin Meningkat: Kasus Dugaan Korupsi Rp18 Miliar Gus Yazid
ISEA Berhasil Bukukan Laba Bersih Rp3,58 Miliar, Pendapatan Tumbuh 125 Persen
Konsumsi Rumah Tangga Diprediksi Tumbuh 5,5 Persen Berkat Suntikan Dana Rp200 Triliun
Kasus Korupsi Timah Sang Suami: Sandra Dewi Klaim Aset Rp33 Miliar Hasil Kerja Sendiri
Badan Pangan Nasional Bentuk Satgas Baru, Harga Beras Masih Naik di 59 Wilayah Indonesia