NEWS SUMMARY:
- BP BUMN kolaborasi dengan IFG dan WIKA dorong pengelolaan sampah terpadu.
- Rumah Bakti BUMN jadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Likupang.
- Program selaras dengan Asta Cita dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana jika sampah tak hanya menjadi limbah, tapi sumber daya ekonomi baru bagi masyarakat pesisir?
Pertanyaan itu kini mulai terjawab lewat kolaborasi 28 korporasi pelat merah dalam Program Olah Sampah BUMN di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Program Kolaborasi Olah Sampah BUMN di Likupang merupakan inisiatif berkelanjutan dari Kementerian BUMN yang kini bertransformasi menjadi Badan Pengaturan (BP) BUMN sejak 2022.
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Surabaya: Pemerintah Hitung Ulang di Tengah Utang Rp116 Triliun
Program ini menjadi bagian dari komitmen nyata korporasi negara dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sekaligus memberdayakan masyarakat di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.
BP BUMN menunjuk Indonesia Financial Group (IFG) sebagai Project in Charge (PIC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai Co-PIC dengan dukungan dari 26 BUMN lainnya.
Baca Juga: Korupsi Ekspor CPO Rugikan Negara Rp17 Triliun, Ini Tindak Lanjut Kejaksaan Agung
Kolaborasi lintas korporasi ini menandai langkah strategis menuju pengelolaan sampah terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat.
Tahap Pertama Sukses Wujudkan Infrastruktur dan Edukasi Lingkungan
Tahap pertama program yang berlangsung pada 2022–2023 telah berhasil menghadirkan sarana dasar pengelolaan sampah dan program edukasi lingkungan di Desa Likupang.
Salah satu hasil nyatanya adalah pembangunan Rumah Bakti BUMN yang kini berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan pembelajaran masyarakat setempat.
Baca Juga: Elnusa Luncurkan Program PERTASTREAM, Teknologi Ultrasonik Buatan Anak Bangsa
Rumah Bakti BUMN menjadi simbol sinergi antara pemerintah, korporasi, dan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran ekonomi sirkular di tingkat desa.
Artikel Terkait
2025 Jadi Tahun Penentu, Presiden Prabowo Siapkan Langkah Tekan Pengangguran RI
Desakan Publik Semakin Meningkat: Kasus Dugaan Korupsi Rp18 Miliar Gus Yazid
ISEA Berhasil Bukukan Laba Bersih Rp3,58 Miliar, Pendapatan Tumbuh 125 Persen
Konsumsi Rumah Tangga Diprediksi Tumbuh 5,5 Persen Berkat Suntikan Dana Rp200 Triliun
Kasus Korupsi Timah Sang Suami: Sandra Dewi Klaim Aset Rp33 Miliar Hasil Kerja Sendiri
Badan Pangan Nasional Bentuk Satgas Baru, Harga Beras Masih Naik di 59 Wilayah Indonesia
Elnusa Luncurkan Program PERTASTREAM, Teknologi Ultrasonik Buatan Anak Bangsa
Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Surabaya: Pemerintah Hitung Ulang di Tengah Utang Rp116 Triliun
Korupsi Ekspor CPO Rugikan Negara Rp17 Triliun, Ini Tindak Lanjut Kejaksaan Agung
Sebanyak 28 BUMN Kolaborasi Wujudkan Program Olah Sampah Berkelanjutan di Likupang