• Sabtu, 18 April 2026

Industri Makanan Beku Rp200 Triliun, TGUK Siap Masuk Pasar Frozen Meat 2025

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Senin, 27 Oktober 2025 | 15:30 WIB
TGUK memanfaatkan peluang pasar makanan beku Indonesia yang terus tumbuh pesat. (Dok. teguk.co.id)
TGUK memanfaatkan peluang pasar makanan beku Indonesia yang terus tumbuh pesat. (Dok. teguk.co.id)

Selanjutnya, laba hasil kegiatan maklon tersebut akan dikembalikan untuk mendanai investasi usaha food processing yang dijadwalkan berlangsung Januari hingga Agustus 2026.

Potensi Pasar Frozen Food Nasional Terus Menguat

Korporasi melihat prospek positif di industri frozen meat dan makanan olahan dalam negeri. Berdasarkan data Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI).

Baca Juga: Buronan Wanaartha Life Diduga Punya Rumah Rp70 Miliar di Kawasan Mewah Beverly Hills AS

Nilai pasar makanan beku nasional telah menembus Rp200 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat pada 2025.

Sementara itu, laporan IMARC Group mencatat nilai pasar makanan beku Indonesia mencapai US$3,4 miliar pada 2024.

Diperkirakan tumbuh hingga US$5,9 miliar pada 2033 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 6,31% selama periode 2025–2033.

Baca Juga: Pendapatan Bunga BTN Tembus hingga Capai Rp26,58 Triliun, Laba Bersih Ikut Melonjak

Pertumbuhan ini ditopang oleh urbanisasi, peningkatan kelas menengah, serta kemajuan logistik rantai dingin di berbagai wilayah Indonesia.

Prospek Cerah bagi Ekspansi TGUK ke Industri Makanan

Dengan tren konsumsi produk siap saji yang terus meningkat, serta kebutuhan protein hewani yang stabil, rencana TGUK menembus bisnis makanan beku dinilai memiliki potensi cerah.

Korporasi juga menilai momentum ini penting untuk memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus menambah sumber pendapatan di luar lini minuman.

Baca Juga: 28 Oktober 1928: 3 Pokok Penting Sumpah Pemuda yang Satukan Bangsa Indonesia

“Perseroan melihat prospek industri frozen meat dan food processing di Indonesia sangat kuat, didorong oleh urbanisasi dan meningkatnya permintaan produk siap saji,” jelas Maulana.

Seiring meningkatnya permintaan pasar dan kesiapan infrastruktur rantai dingin nasional.

TGUK optimistis langkah diversifikasi ini akan menjadi pijakan penting menuju pertumbuhan jangka panjang korporasi di sektor pangan olahan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X