NEWS SUMMARY:
- Harga kelapa butir petani masih rendah Rp2.000–Rp3.000 per butir.
- Nilai kelapa naik 1.000% bila diolah jadi produk turunan.
- Hilirisasi kelapa disebut kunci peningkatan ekonomi daerah.
24JAMNEWS.COM - Ketika harga kelapa butir di tingkat petani hanya dua hingga tiga ribu rupiah, muncul pertanyaan besar.
Siapa sebenarnya yang menikmati hasil dari hilirisasi industri kelapa yang digembar-gemborkan selama ini?
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan hilirisasi benar-benar berpihak pada petani.
Baca Juga: Mengapa Label ‘Air Pegunungan’ Dipersoalkan? Kementeriaan ESDM Ungkap Fakta yang Terbaru
Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (27/10/2025), Mentan meminta pelaku industri kelapa menaikkan harga beli agar petani memperoleh keuntungan yang layak.
“Sekarang harga kelapa butir di petani hanya dua sampai tiga ribu rupiah. Kita minta pelaku industri menaikkan harga beli supaya petani untung."
"Kalau harga dinaikkan sedikit, saya bantu 10 ribu hektare untuk seluruh Maluku Utara,” ujar Amran saat berkunjung ke pabrik pengolahan kelapa PT NICO.
Baca Juga: Hasil Riset Harvard: Kebahagiaan Naikkan Produktivitas Kerja Hingga Sebesar 13 Persen
Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan program pengembangan 10 ribu hektare lahan kelapa baru di Maluku Utara mulai 2026.
Sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan berbasis daerah.
Hilirisasi Jadi Jalan Nilai Tambah Bagi Petani
Menurut Mentan, Presiden Prabowo Subianto menekankan agar pembangunan pertanian tidak berhenti di hulu.
Baca Juga: Dugaan Air Tanah Dalam Produk Aqua: Koalisi Kebenaran Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Petani harus merasakan langsung nilai tambah dari produk mereka, tidak sekadar menjual bahan mentah.
Artikel Terkait
Biaya Membengkak Rp19,9 Triliun, Proyek Kereta Cepat Whoosh Siap Restrukturisasi Utang
TGUK Masuki Bisnis Frozen Meat, Proyeksi Pasar Naik ke US$5,9 Miliar 2033
100 Persen Tarif Baru Amerika Serikat Terancam Batal, Negosiasi dengan Tiongkok Terus Berlanjut
Dugaan Air Tanah Dalam Produk Aqua: Koalisi Kebenaran Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Mengapa Label ‘Air Pegunungan’ Dipersoalkan? Kementeriaan ESDM Ungkap Fakta yang Terbaru
Kuasa Hukum Ungkap Grup WA Nadiem Makarim Dibentuk Sebelum Jadi Menteri, Berikut Ini Isinya
5 Alasan Mengapa 70 Persen Press Release Korporasi Gagal Tembus Media Online
40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat
Hasil Riset Harvard: Kebahagiaan Naikkan Produktivitas Kerja Hingga Sebesar 13 Persen
Mentan Amran Sulaiman Dorong Harga Kelapa Naik, 10.000 Hektare Disiapkan di Maluku Utara