“Tidak cukup hanya tanam, tapi harus olah dan jual dalam bentuk bernilai tinggi,” tegas Amran.
Ia mencontohkan bahwa produk olahan kelapa asal Maluku Utara seperti coconut milk, virgin coconut oil (VCO), dan arang tempurung kini telah menembus pasar ekspor ke Tiongkok.
Baca Juga: 100 Persen Tarif Baru Amerika Serikat Terancam Batal, Negosiasi dengan Tiongkok Terus Berlanjut
Hal ini menunjukkan bahwa hilirisasi dapat dilakukan mulai dari desa dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Nilai Ekonomi Kelapa Bisa Naik Seribu Persen
Amran memaparkan bahwa nilai ekonomi kelapa dapat meningkat signifikan bila diolah.
“Bayangkan, kelapa butir hanya tiga ribu rupiah.
Baca Juga: Biaya Membengkak Rp19,9 Triliun, Proyek Kereta Cepat Whoosh Siap Restrukturisasi Utang
Tapi kalau sudah jadi coconut milk atau coconut water, nilainya bisa mencapai empat puluh hingga lima puluh ribu per butir,” ujarnya.
Ia menegaskan, hilirisasi tidak hanya membuka pasar ekspor, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.
Pabrik pengolahan seperti PT NICO dan PT Dewa Coco telah menyerap ribuan tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan petani di wilayah sekitarnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Ungkap Grup WA Nadiem Makarim Dibentuk Sebelum Jadi Menteri, Berikut Ini Isinya
Maluku Utara Diproyeksikan Jadi Pusat Hilirisasi Kelapa Nasional
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan komoditas kelapa di daerahnya.
Menurutnya, hilirisasi dan kenaikan harga beli kelapa akan menjadi motor baru ekonomi provinsi kepulauan tersebut.
“Potensi kita luar biasa, lebih dari 150 ribu hektare kelapa produktif. Dengan dukungan 10 ribu hektare tambahan dan harga beli yang lebih baik, kesejahteraan petani pasti meningkat,” ujar Sherly.
Baca Juga: 40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat
Artikel Terkait
Biaya Membengkak Rp19,9 Triliun, Proyek Kereta Cepat Whoosh Siap Restrukturisasi Utang
TGUK Masuki Bisnis Frozen Meat, Proyeksi Pasar Naik ke US$5,9 Miliar 2033
100 Persen Tarif Baru Amerika Serikat Terancam Batal, Negosiasi dengan Tiongkok Terus Berlanjut
Dugaan Air Tanah Dalam Produk Aqua: Koalisi Kebenaran Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Mengapa Label ‘Air Pegunungan’ Dipersoalkan? Kementeriaan ESDM Ungkap Fakta yang Terbaru
Kuasa Hukum Ungkap Grup WA Nadiem Makarim Dibentuk Sebelum Jadi Menteri, Berikut Ini Isinya
5 Alasan Mengapa 70 Persen Press Release Korporasi Gagal Tembus Media Online
40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat
Hasil Riset Harvard: Kebahagiaan Naikkan Produktivitas Kerja Hingga Sebesar 13 Persen
Mentan Amran Sulaiman Dorong Harga Kelapa Naik, 10.000 Hektare Disiapkan di Maluku Utara