Tahap persiapan mencakup pengadaan lahan, finalisasi perjanjian jual beli gas, permohonan alokasi gas, hingga penyusunan studi kelayakan yang bankable.
Baca Juga: Mengapa Banyak Media Online yang Menolak Press Release Korporasi yang Anda Kirim?
Investasi Hilir Migas dan Energi Terbarukan Jadi Fokus Utama
Proyek lain yang sedang digarap RAJA meliputi operasional fasilitas kompresor di Sengkang, Sulawesi Selatan, yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2025.
Korporasi juga berencana menanamkan investasi pada infrastruktur hilir migas di Indonesia Timur, guna memperluas penetrasi pasar energi domestik.
Pada kuartal I-2026, RAJA akan memulai pembangunan pipa bahan bakar minyak di Kalimantan Timur dengan nilai investasi sekitar USD50–USD60 juta.
Baca Juga: 3. Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp73,5 Triliun: Antara Investasi Sosial dan Bisnis
RAJA juga menargetkan akuisisi pembangkit listrik tenaga air dan biomassa, serta fasilitas sistem penyediaan air minum di Jabodetabek sebagai bagian dari diversifikasi usaha energi bersih.
Strategi Pendanaan dan Prinsip Kehati-Hatian dalam Ekspansi
Vice President Corporate Finance & Investor Relations RAJA, Aldila Ayudya Putri, menyampaikan bahwa sebagian proyek telah dimasukkan dalam rencana belanja modal 2026.
Pendanaan proyek akan berasal dari kombinasi ekuitas internal dan pinjaman perbankan dengan pendekatan pembiayaan konvensional.
Baca Juga: 68 Persen Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia Berasal dari Air Tanah Dalam
Sementara itu, Presiden Direktur RAJA, Djauhar Maulidi, menegaskan bahwa perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan stabilitas keuangan.
“Beberapa proyek sudah kami siapkan pendanaannya dari ekuitas dan fasilitas pinjaman bank. Saat ini belum ada rencana menerbitkan obligasi,” ujarnya.
RAJA Mantapkan Langkah Menuju Korporasi Energi Terpadu
Dengan sembilan proyek strategis di berbagai lini bisnis energi, RAJA menunjukkan arah transformasi menuju korporasi energi terpadu.
Baca Juga: Presiden Claudia Sheinbaum Umumkan Penundaan Tarif Ekspor, AS Beri Waktu Negosiasi Tambahan
Fokus ekspansi ini diharapkan tak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas dan energi terbarukan secara berimbang.
Artikel Terkait
Mengapa Banyak Media Online yang Menolak Press Release Korporasi yang Anda Kirim?
Mahfud MD Ungkap Proses Pemerintah untuk Tentukan 40 Calon Pahlawan Nasional
Harga Kelapa Petani Hanya Rp3.000, Mentan Amran Sulaiman Siapkan Program 10.000 Hektare
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp73,5 Triliun: Antara Investasi Sosial dan Bisnis
Jokowi Tegaskan Kereta Cepat Jakarta Bandung Bukan Cari Laba, PEPS Nilai Klaim Tak Konsisten
Koperasi Desa Merah Putih Bisa Akses Dana Sebesar Total Rp 240 Triliun dari Himbara
Presiden Claudia Sheinbaum Umumkan Penundaan Tarif Ekspor, AS Beri Waktu Negosiasi Tambahan
68 Persen Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia Berasal dari Air Tanah Dalam
DRMA Finalisasi Akuisisi PT Mah Sing Indonesia Perkuat Portofolio Komponen 4W
Rukun Raharja Targetkan Sebesar USD100 Juta EBITDA dari 9 Proyek Energi Strategis