• Sabtu, 18 April 2026

Mentan Amran Temukan Patahan 59 Persen: Benarkah Beras Premium Tak Sesuai Standar?

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Rabu, 19 November 2025 | 10:22 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan temuan patahan beras premium yang memicu sorotan terhadap praktik Serakahnomic. (Instagram.com @a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan temuan patahan beras premium yang memicu sorotan terhadap praktik Serakahnomic. (Instagram.com @a.amran_sulaiman)

Andi Amran Sulaiman memaparkan sebuah produk beras berlabel premium memiliki tingkat patahan sekitar 59 persen dalam pemeriksaan kualitas sehingga tidak memenuhi standar premium.

Andi Amran Sulaiman menjelaskan batas maksimal patahan untuk kategori premium hanya sekitar 14 persen sehingga temuan 59 persen berpotensi merugikan konsumen.

Baca Juga: Dari Truk Modifikasi ke Tambang Ilegal: Jejak 42 Ton BBM Subsidi yang Disembunyikan di Bangka

Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi tersebut sebagai bukti adanya praktik Serakahnomic karena kualitas menurun dapat dikemas tetapi dijual sebagai produk premium.

Andi Amran Sulaiman menilai praktik manipulasi kualitas dapat mengganggu stabilitas pasar serta berpotensi merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Keterlibatan Pelaku Besar dalam Skema yang Menggunakan Anggaran Publik

Adakah skema subsidi yang seharusnya melindungi masyarakat kecil namun justru ikut menguntungkan pelaku besar, karena Menteri Pertanian menyinggung adanya ketidaktepatan sasaran.

Baca Juga: Kemenangan 2-1 Atas Honduras Antarkan Nova Arianto Promosi ke Timnas Indonesia U-20

Andi Amran Sulaiman mengatakan terdapat pelaku besar yang menerima manfaat dari skema yang didesain untuk membantu kelompok kecil sehingga negara perlu memperbaiki tata kelola.

Andi Amran Sulaiman menilai perbaikan sistem diperlukan agar subsidi tepat sasaran sehingga pelaku kecil dapat memperoleh perlindungan dari tekanan pasar.

Andi Amran Sulaiman menyebut reformasi sektor pangan harus menyeluruh agar korporasi tidak mendominasi rantai pasok sehingga keseimbangan ekonomi terjaga.

Baca Juga: Kerugian Petani Meningkat: Produksi Padi Turun 70% Akibat Banjir Lumpur di Pomalaa

Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus menata sistem distribusi pangan untuk memastikan kepentingan publik lebih terlindungi.

Perubahan Struktur Pasar yang Membutuhkan Pengawasan Lebih Ketat

Mungkinkah pasar beras nasional kembali stabil tanpa reformasi kebijakan, karena Menteri Pertanian menekankan perlunya pengawasan terhadap pola pembelian dan kualitas produk.

Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah membutuhkan langkah korektif secara sistemik untuk mengurangi praktik Serakahnomic agar pasar kembali berpihak kepada masyarakat.

Baca Juga: Bitcoin Jatuh ke 96.000 Dolar AS Usai Shutdown Amerika Serikat Berakhir, Apa Pemicunya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X