NEWS SUMMARY:
- Mahfud MD menyebut konflik internal NU berakar pada kepentingan proyek dan izin tambang yang telah lama jadi isu internal.
- Mahfud menilai dinamika PBNU kini menjauh dari tradisi keulamaan dan peran sosial-keagamaan yang dulu menjadi fondasi NU.
- Ia mengkritik arah gerak PBNU yang dinilai mirip korporasi hingga menyebutnya “PTNU” karena dominasi kepentingan ekonomi.
24JAMNEWS.COM - Mengapa konflik internal NU kini mengemuka dan apa sebenarnya yang menjai pemicunya?
Pertanyaan mengenai sumber konflik yang belakangan memanas di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) kembali mencuat setelah Mahfud MD menyampaikan pandangannya melalui kanal YouTube pribadinya pada 2 Desember 2025.
Mahfud MD, tokoh Nahdliyin senior yang kini menjabat sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, menilai soal dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Baca Juga: Faktor-Faktor Kunci yang Yakinkan Investor Meski Status Internasional Bandara IMIP Morowali Dicabut
Dia menyebut dijamika internal NU lagi sepenuhnya berkaitan dengan perbedaan tafsir aturan organisasi, melainkan berkaitan dengan kepentingan ekonomi, proyek, dan perizinan tambang.
Akar Konflik Internal NU Dinilai Berhubungan Dengan Proyek Tambang
Mahfud MD menjelaskan bahwa isu tambang telah lama menjadi perbincangan di kalangan internal NU, sehingga memengaruhi hubungan antarpengurus.
"Ini asal muasalnya soal tambang, dulu ketika saya bilang itu kan belum ada yang bilang, nah sekarang mereka semua juga sudah bilanglah bahwa ini memang asal asalnya tambang," ujar Mahfud MD dalam pernyataannya.
Baca Juga: Moratorium Penebangan Hutan: Dedi Siapkan Kebijakan Baru untuk Kurangi Risiko Bencana di Jabar
Ia menegaskan bahwa faktor perizinan usaha telah menjadi elemen yang memperkeruh suasana, bukan semata soal perbedaan tafsir Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Menurutnya, gesekan yang muncul memiliki benang merah dengan kepentingan ekonomi, sehingga memunculkan perubahan pola interaksi internal yang sebelumnya jarang terlihat.
Perubahan Orientasi Dinilai Menjauh dari Tradisi Keulamaan NU
Mahfud membandingkan kondisi NU saat ini dengan masa ketika organisasi tersebut lebih fokus pada peran sosial-keagamaan dan penguatan tradisi keulamaan.
Baca Juga: Fakta Penting Potensi Danantara dalam Mendorong Ekonomi Syariah dan Industri Halal Indonesia 2025
"Saya begini loh, merindukan NU yang taat pada ulama, tidak rebutan proyek, gak ada itu urusan ngurus perusahaan, ngurus tambang, ngurus itu dulu gak ada," kata Mahfud.
Artikel Terkait
Delapan Penggeledahan Ungkap Modus Suap Pajak: Dirut PT Djarum dan Eks Dirjen Dicegah ke LN
Ribuan Warga Terdampak, Cak Imin Surati 3 Menteri untuk Evaluasi Kebijakan Bencana Sumatera
19 Persen Kontribusi Manufaktur: INDEF Sebut l Danantara Bisa Menjadi Motor Reindustrialisasi Nasional
Dedi Mulyadi Soroti Risiko Bencana, Moratorium Penebangan Hutan Jawa Barat Segera Diluncurkan
Dampak Kebijakan Bandara IMIP Morowali: Pemerintah Tegaskan Iklim Investasi Tetap Terkendali
PLN–TNI Kerahkan Armada Darat dan Udara, 80 Persen Material Tower Tiba untuk Pulihkan Listrik Aceh
Data Pemulihan Komunikasi di Tapanuli Tengah: Starlink Dukung Warga Kembali Terhubung Pasca Banjir
Bantuan Udara Intensif: 7 Heli Distribusikan Logistik, Warga Tapteng Ucapkan Terima Kasih
Perbaikan Infrastruktur Dipacu, PLN Luaskan Jangkauan Listrik dan Tambah Pasokan Genset di Sibolga
Pemerintah Siapkan 6 Wilayah Siaga Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun, Antisipasi Banjir dan Longsor Diperketat