Ia menilai bahwa masuknya isu proyek ke dalam dinamika organisasi berdampak pada perubahan karakter kelembagaan yang selama ini dikenal menjaga nilai keulamaan sebagai fondasi utama.
Dalam pandangannya, sebagian pihak yang terlibat dalam dinamika internal kini tampak lebih aktif dalam urusan bisnis, sehingga mempengaruhi pola hubungan dan keputusan organisasi.
Baca Juga: Kerusakan Meningkat, Cak Imin Desak 3 Menteri Benahi Kebijakan Tata Ruang dan Mitigasi Bencana
Kritik Tajam Mahfud Tentang Arah Gerak Kelembagaan PBNU Saat Ini
Dalam penjelasannya, Mahfud mengungkapkan kritik mengenai arah gerak PBNU saat ini yang dinilainya mulai menyerupai struktur korporasi.
"Jadi bukan PBNU, PTNU akhirnya, perusahaan terbatas akhirnya, antara pemegang saham betul, kemudian ada komisaris, ada direksi," ungkapnya.
Pernyataan ini menggambarkan pandangan Mahfud bahwa konflik yang muncul tidak lagi sebatas isu organisatoris, melainkan berkaitan dengan perebutan akses, alur kepentingan, dan posisi strategis.
Baca Juga: Kayu Gelondongan di Lokasi Bencana Dorong DPR Evaluasi Kebijakan Kehutanan dan Mitigasi Hulu
Konflik Internal NU Disebut Memiliki Dampak Lebih Luas Bagi Jamaah
Mahfud menilai bahwa dinamika internal yang berkembang dapat berdampak pada para jamaah di tingkat akar rumput yang selama ini mengandalkan NU sebagai rujukan sosial, keagamaan, dan pendidikan.
Ia menekankan pentingnya mengembalikan fokus organisasi kepada nilai dasar yang diwariskan oleh para pendiri, yakni penguatan keulamaan, independensi, dan pelayanan umat.
Dengan semakin banyak pihak yang mulai bersuara mengenai konflik internal ini, Mahfud berharap isu ini dapat menjadi ruang refleksi agar PBNU kembali pada karakter organisasi yang mengedepankan aspek kultural dan spiritual.****