• Sabtu, 18 April 2026

Guo Jiakun: Tiongkok dan Indonesia Tetap Komit Dukung Operasional Kereta Cepat Whoosh

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim, simbol kolaborasi Indonesia–Tiongkok. (Dok.Kcic.co.id)
Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim, simbol kolaborasi Indonesia–Tiongkok. (Dok.Kcic.co.id)

NEWS SUMMARY:

  • Guo Jiakun: Whoosh telah layani 11,71 juta penumpang dan beri manfaat ekonomi.
  • Pemerintah Indonesia pastikan tanggung jawab finansial ada di Danantara.
  • Skema pembayaran utang Whoosh masih dibahas antara pihak terkait.

24JAMNEWS.COM - Apakah proyek raksasa yang pernah disebut sebagai simbol kemajuan Indonesia kini justru menjadi beban finansial yang membelit?

Polemik utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menyeruak dan mengundang perhatian publik.

Terutama setelah muncul pernyataan tegas dari dua pihak utama: pemerintah Indonesia dan Tiongkok.

Baca Juga: Program MBG Sentuh 36,7 Juta Penerima Dalam Setahun, Presiden Prabowo: Ojo Ngoyo

Tiongkok Nyatakan Siap Lanjutkan Kerja Sama Proyek Kereta Cepat

Di tengah sorotan mengenai utang proyek KCJB, Tiongkok melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun memberikan penegaskan.

Negara Tiongkok tetap berkomitmen mendukung keberlanjutan kerja sama dengan Indonesia.

“Kereta api ini telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan arus penumpang yang terus meningkat,” ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: 19 Saksi Diperiksa, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Universitas Udayana

Menurut Guo, manfaat ekonomi dan sosial dari keberadaan Whoosh mulai dirasakan masyarakat.

Terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar jalur kereta cepat.

"Manfaat ekonomi serta sosialnya terus dirasakan, menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat."

Baca Juga: 19 Saksi Diperiksa, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Universitas Udayana

"Dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur kereta api," tambahbya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X