Koordinasi Erat Indonesia dan Tiongkok dalam Operasional Whoosh
Guo menegaskan bahwa otoritas terkait dari kedua negara terus menjalin komunikasi intens untuk memastikan operasi kereta berjalan aman dan stabil.
“Otoritas dan perusahaan yang berwenang dari kedua belah pihak telah menjalin koordinasi yang erat untuk memberikan dukungan yang kuat bagi pengoperasian kereta api yang aman dan stabil,” ujarnya.
Baca Juga: Skandal Solar Murah BUMN: Korporasi Besar Keruk Untung, Negara Menanggung Kerugian
Ia juga menekankan bahwa Tiongkok siap melanjutkan kerja sama untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi KCJB.
“Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi pengoperasian kereta api cepat Jakarta–Bandung yang berkualitas tinggi,” tambahnya.
Respons Pemerintah Indonesia Soal Utang Whoosh
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelunasan utang proyek Whoosh tidak akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Prediksi Pemulihan Ekonomi RI Akhir 2025, Tantangan Pengangguran Muda Tinggi
Menurutnya, tanggung jawab keuangan tersebut berada pada konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) yang berada di bawah naungan holding BUMN Danantara.
“Ini KCIC di bawah Danantara kan? Kalau di bawah Danantara mereka sudah punya manajemen sendiri,” kata Menkeu Purbaya di Bogor, 10 Oktober 2025.
“(Danantara) sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih."
Baca Juga: TEI ke-40 Resmi Ditutup, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target, Capai USD 22,80 Miliar
"Seharusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi. Kalau enggak ya semua ke kita lagi termasuk devidennya," imbuhnya.
Dua Opsi Skema Pembayaran Utang dari Danantara
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan dua opsi untuk menyelesaikan utang pembangunan proyek yang mencapai sekitar Rp116 triliun.
“Ini utang pembangunannya cukup besar. Apakah kemudian kita tambahkan equity (penyertaan modal) sehingga perusahaan ini self sustain karena secara operasional sudah cukup,” kata Dony di Jakarta, 9 Oktober 2025.
Baca Juga: TEI ke-40 Resmi Ditutup, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target, Capai USD 22,80 Miliar
Artikel Terkait
150 Menit Olahraga Per Minggu Terbukti Perkuat Jantung Menurut Data AHA
Tiga Eks Pejabat Pertamina Patra Niaga Didakwa Rugikan Negara Rp9,41 Triliun
Rp113 Triliun Proyek Kereta Whoosh Dipersoalkan, Mahfud MD Persilakan KPK Panggil Dirinya
Purbaya, Teddy, dan Tito Masuk 3 Menteri Berkinerja Terbaik Tahun Ini Versi Lembaga Survei IPR
Penjualan Solar Murah Pertamina Rugikan Negara Triliunan, Siapa yang Diuntungkan?
Tiga Eks Pejabat Pertamina Patra Niaga Didakwa Rugikan Negara Sebesar Rp9,41 Triliun
3 Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa UNUD, Polisi Dalami Dugaan Perundungan
Setahun MBG: Presiden Prabowo Klaim 1,4 Miliar Porsi Dibagikan, 99,9 Persen Sukses
Fakta Baru Kematian Mahasiswa Universitas Udayana, Dugaan Bullying Kian Melemah
Gangguan AWS 20 Oktober 2025 Lumpuhkan 100+ Situs Global Termasuk Amazon dan Disney+