Di tengah dinamika tersebut, pernyataan Mahfud MD menegaskan pentingnya transparansi dan keseimbangan dalam setiap proyek strategis nasional.
“Sekarang ini Tiongkok sudah mulai mendapat keuntungan, sedangkan Indonesia masih menanggung utang yang bunganya saja sangat besar,” ujarnya.****
Artikel Terkait
Perbedaan Data Bank Indonesia dan Kemendagri Soal Dana Pemda di Perbankan Picu Polemik
Dana Pemda Turun Jadi Rp215 Triliun, Mendagri Tito Jelaskan Beda Data dengan Kemenkeu
Tiongkok Klaim KCJB Layani 11,71 Juta Penumpang, RI Tegaskan Utang Tak Bebani APBN
Radiasi Cs-137 di Sukatani Bekasi Capai 20 Kali dari Batas Aman, Warga Dievakuasi
Truk Aqua Disebut ODOL, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ancam Tak Perpanjang Izin Air Tanah
Dampak Truk ODOL Aqua: Jalan Cepat Rusak, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Sanksi Tegas
Riset: Bangun Pagi Tingkatkan Potensi Penghasilan Hingga 4 Persen Menurut Studi Global
Benarkah Bangun Pagi Bikin Kaya? Data Tunjukkan Ada Korelasi, Bukan Kepastian
Mendagri Tito Karnavian Pastikan Dana Pemerintah Daerah Tidak Mengendap di Perbankan
Menko AHY Tekankan Sinergi Nasional di Rakernas XXI PSMTI untuk Indonesia Emas 2045