NEWS SUMMARY:
- Guo Jiakun: Whoosh telah layani 11,71 juta penumpang dan beri manfaat ekonomi.
- Pemerintah Indonesia pastikan tanggung jawab finansial ada di Danantara.
- Skema pembayaran utang Whoosh masih dibahas antara pihak terkait.
24JAMNEWS.COM - Apakah proyek raksasa yang pernah disebut sebagai simbol kemajuan Indonesia kini justru menjadi beban finansial yang membelit?
Polemik utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menyeruak dan mengundang perhatian publik.
Terutama setelah muncul pernyataan tegas dari dua pihak utama: pemerintah Indonesia dan Tiongkok.
Baca Juga: Program MBG Sentuh 36,7 Juta Penerima Dalam Setahun, Presiden Prabowo: Ojo Ngoyo
Tiongkok Nyatakan Siap Lanjutkan Kerja Sama Proyek Kereta Cepat
Di tengah sorotan mengenai utang proyek KCJB, Tiongkok melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun memberikan penegaskan.
Negara Tiongkok tetap berkomitmen mendukung keberlanjutan kerja sama dengan Indonesia.
“Kereta api ini telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan arus penumpang yang terus meningkat,” ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: 19 Saksi Diperiksa, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Universitas Udayana
Menurut Guo, manfaat ekonomi dan sosial dari keberadaan Whoosh mulai dirasakan masyarakat.
Terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar jalur kereta cepat.
"Manfaat ekonomi serta sosialnya terus dirasakan, menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat."
Baca Juga: 19 Saksi Diperiksa, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Universitas Udayana
"Dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur kereta api," tambahbya.