NEWS SUMMARY:
- Bukalapak gunakan kas internal untuk buyback saham Rp420,794 miliar.
- Langkah ini dinilai tidak berdampak negatif terhadap kinerja operasional.
- Program buyback berlangsung selama tiga bulan sejak 24 Oktober 2025.
24JAMNEWS.COM - Apakah langkah korporasi teknologi besar seperti Bukalapak dalam membeli kembali sahamnya menandakan keyakinan pada masa depan.
Atau justru sinyal waspada di tengah fluktuasi pasar saham yang kian dinamis?
PT Bukalapak.com Tbk (kode emiten: BUKA) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan total anggaran mencapai Rp420,794 miliar.
Baca Juga: PHE Catat Produksi Migas 1,04 Juta BOEPD, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Langkah ini dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus, selama periode 24 Oktober 2025 hingga 23 Januari 2026.
Menurut pengumuman keterbukaan informasi yang diterbitkan di laman resmi BEI, keputusan ini merupakan kelanjutan dari aksi korporasi sebelumnya pada Juli 2025.
Di mana Bukalapak mengalokasikan dana sebesar Rp1,13 triliun untuk program buyback.
Baca Juga: Setahun Prabowo–Gibran: Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen, Tapi Belum Berubah Struktural
Dari jumlah tersebut, masih tersisa dana sebesar Rp420.794.749.431 yang kini akan dioptimalkan dalam aksi pembelian kembali tahap terbaru.
Tujuan Buyback untuk Menjaga Keyakinan dan Nilai Pertumbuhan
Manajemen korporasi menjelaskan bahwa tujuan utama buyback ini adalah menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang Bukalapak.
Langkah tersebut diambil sebagai strategi untuk menjaga keseimbangan antara fundamental korporasi dengan dinamika pasar modal yang fluktuatif.
Baca Juga: KCIC Rugi Beruntun Hingga 2025, PT KAI Harus Menanggung Sebesar 60 Persen Beban Konsorsium
“Pembelian kembali saham dilakukan guna menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang."
Artikel Terkait
Sri Mulyani Rancang, Purbaya Tunda: Pajak Marketplace Baru Jalan Saat Ekonomi 6 Persen
Partai Gerindra Unggul 33,5 Persen, DWS: Bukti Kepercayaan Publik terhadap Prabowo
Partai Gerindra di Posisi Teratas Survei IPO, Publik Nilai Kepemimpinan Prabowo Efektif
Kisah Inspiratif Krisdayanti, Raih Perak di World Kungfu Championships 2025 Tiongkok
Utang KCIC Alami Pembengkakan Menjadi Sebesar 7,5 Miliar USD, Pemerintah Cari Jalan Tanpa APBN
KCIC Rugi Beruntun Hingga 2025, PT KAI Harus Menanggung Sebesar 60 Persen Beban Konsorsium
Menkeu Purbaya Tegaskan Data Resmi Dana Pemda Hanya Bersumber dari Bank Indonesia
Laba FORE Tumbuh 41,94 Persen di Kuartal III-2025, Penjualan Sentuh Rp1,04 Triliun
Setahun Prabowo–Gibran: Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen, Tapi Belum Berubah Struktural
PHE Catat Produksi Migas 1,04 Juta BOEPD, Perkuat Ketahanan Energi Nasional