• Sabtu, 18 April 2026

Pertumbuhan 7 Persen per Tahun: Rekam Jejak Stabilitas Ekonomi Orde Baru di Indonesia

Photo Author
Banny Rachman, 24jamnews.com
- Selasa, 11 November 2025 | 15:05 WIB
Presiden RI Kedua Soeharto. (Instagram.com @jejaksoeharto)
Presiden RI Kedua Soeharto. (Instagram.com @jejaksoeharto)

NEWS SUMMARY:

  • Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984, diakui FAO sebagai keberhasilan pembangunan pertanian nasional.
  • Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan berkembang pesat melalui program listrik desa, Puskesmas, dan wajib belajar enam tahun.
  • Tiga dekade pemerintahan Suharto mencatat pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun dan penurunan kemiskinan hingga 11% pada 1996.

24JAMNEWS.COM - Apakah mungkin sebuah pemerintahan membangun ekonomi dari krisis menjadi stabil hanya dalam waktu tiga dekade?

Pertanyaan itu membawa kita kembali pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, yang selama 32 tahun.

Telah berhasil membawa Indonesia dari ketidakpastian menuju era pertumbuhan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Saham RAFI Berfluktuasi Tajam, Manajemen Informasikan Tak Ada Terkait Fakta Material Baru

Stabilitas Politik Mendorong Fondasi Pertumbuhan Nasional

Transisi kepemimpinan nasional dari era Soekarno ke pemerintahan Orde Baru berlangsung dalam situasi sulit.

Namun Presiden Soeharto berhasil menata ulang sistem pemerintahan dengan prioritas utama pada stabilitas politik dan keamanan nasional.

Pemerintahannya menumpas pemberontakan G30S/PKI, membubarkan Partai Komunis Indonesia.

Baca Juga: Pulihkan Segera Gangguan Mental Pelaku Perundungan dan Sembuhkan Mentalitas Korbannya

Dan mengarahkan roda pemerintahan ke arah pembangunan terencana melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).

Menurut catatan Kementerian Sekretariat Negara, stabilitas politik ini menjadi dasar utama tercapainya target-target ekonomi dan sosial di masa berikutnya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan di Era Keemasan

Selama periode 1970-an hingga awal 1990-an, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 7% per tahun.

Baca Juga: Hanasta Patala Petrogas Evaluasi 5 Blok Migas Nasional, Siapkan Langkah Akuisisi Strategis

Sebuah capaian yang jarang terjadi di negara berkembang kala itu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita melonjak dari sekitar USD 70 pada awal 1970-an menjadi lebih dari USD 1.000 menjelang akhir 1990-an.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X