NEWS SUMMARY:
- DPR menilai material kayu gelondongan di lokasi banjir jadi bukti persoalan serius di kawasan hulu yang harus segera dievaluasi.
- Komisi IV mengagendakan rapat khusus bersama Kementerian Kehutanan pada 4 Desember membahas kebijakan kehutanan dan mitigasi bencana.
- Ancaman siklon tropis yang dapat berulang membuat DPR mendesak kebijakan kehutanan baru untuk memperkuat perlindungan lingkungan.
24JAMNEWS.COM - Pertanyaan kembali mengemuka setelah material kayu gelondongan terbawa arus banjir di Sumatera, memicu dugaan kerusakan hulu yang kini dikaji secara serius oleh DPR RI.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera.
Tidak hanya disebabkan curah hujan ekstrem, tetapi juga kemungkinan persoalan serius pada kawasan hulu yang kini menjadi fokus evaluasi DPR RI.
Baca Juga: Audit Lingkungan Mendesak: 7 Korporasi Disebut Beroperasi di Zona Sensitif Ekosistem Batang Toru
Material Kayu Gelondongan Picu Evaluasi Kerusakan Hulu
Alex menjelaskan bahwa temuan kayu gelondongan di sejumlah titik banjir merupakan indikator kuat adanya permasalahan pada lereng bukit dan kawasan hulu sungai.
Ia menyampaikan hal ini usai agenda Komisi IV di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.
Menurut Alex, curah hujan ekstrem memang memicu kenaikan debit sungai, namun jenis material yang terbawa arus menunjukkan faktor lain yang perlu ditelusuri lebih mendalam.
Baca Juga: Progres Akuisisi Saham Lotte Chemical: Danantara Dalami Nilai Proyek 4 Miliar Dolar AS
Ia menegaskan bahwa kawasan hulu memiliki peran penting dalam mengendalikan aliran air dan menahan potensi longsor.
DPR Jadwalkan Rapat dengan Kementerian Kehutanan
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IV menjadwalkan rapat khusus dengan Kementerian Kehutanan pada Kamis, 4 Desember pukul 14.00 WIB.
Rapat tersebut ditujukan untuk meminta penjelasan menyeluruh sekaligus mengevaluasi kebijakan pengelolaan hutan saat ini.
Baca Juga: Warning BMKG Sebelum Bencana: Pusat Evaluasi Kesiapsiagaan Pemda Menghadapi Cuaca Ekstrem
Alex menyebut bahwa pernyataan resmi Menteri Kehutanan mengenai rencana evaluasi dan penyusunan kebijakan baru menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola lingkungan, khususnya di wilayah hulu.
Artikel Terkait
Banjir Bandang Tapanuli Meningkat, WALHI Soroti Dampak Pembukaan Lahan oleh 7 Korporasi
Audit Lingkungan Mendesak: 7 Korporasi Disebut Beroperasi di Zona Sensitif Ekosistem Batang Toru
Izin Bandara IMIP Diputuskan Era Jokowi: Ini Hal yang Dipertegas Luhut Binsar Pandjaitan
13 Ha Cagar Alam Panua Rusak akibat Tambang Emas Ilegal: Dampak pada Maleo dan Rangkong
Wilayah Operasi Penelusuran Kayu Banjir Sumatera Ungkap Modus Baru Penyalahgunaan Skema PHAT
Data Kemenhut: 80 Persen Kayu Banjir Sumatra Berasal dari Pohon Lapuk dan Penebangan Sah PHAT
Danantara Kaji Penawaran 35 Persen Saham Lotte Chemical dalam Proyek 4 Miliar Dolar AS
Progres Akuisisi Saham Lotte Chemical: Danantara Dalami Nilai Proyek 4 Miliar Dolar AS
BNPB Ungkap Pelanggaran Tata Ruang di Jabodetabekpunjur, BMKG Warning Cuaca 3 Kali Sebelum Banjir
Warning BMKG Sebelum Bencana: Pusat Evaluasi Kesiapsiagaan Pemda Menghadapi Cuaca Ekstrem