• Sabtu, 18 April 2026

Banjir Besar Rusak Ratusan Rumah di Agam: Pengungsi Minta Relokasi dan Hunian Darurat yang Layak

Photo Author
Banny Rachman, 24jamnews.com
- Jumat, 5 Desember 2025 | 15:13 WIB
Neng Hartati (48) yang merupakan salah satu korban terdampak banjir warga asal Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat.  (Dok. Tim Media Prabowo)
Neng Hartati (48) yang merupakan salah satu korban terdampak banjir warga asal Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat. (Dok. Tim Media Prabowo)

24JAMNEWS.COM - Bantuan seperti makan, minum, dan tempat pengungsian disediakan cepat oleh pemerintah untuk warga terdampak bencana di wilayah Sumatera dan Aceh.

Neng Hartati (48), korban terdampak banjir asal Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat, pun merasa cukup dengan logistik yang tak henti-hentinya mengalir untuk tempat pengungsian.

Namun, kini Neng dan puluhan pengungsi lain di pos pengungsian Nagari Salareh Aia butuh rumah sementara untuk tinggal.

Baca Juga: Komisi IV DPR Ungkap Temuan Ketidaktertiban Izin Hutan dan Desak Audit Menyeluruh dari Kementerian

Seminggu di posko pengungsian, dia harus berdesakan dengan pengungsi lain.

"Penginnya dibikinkan rumah sementara dulu. Kalau bisa direlokasi ke tempat yang aman. Di posko ini banyak orang, ada anak-anak, bapak-bapak."

"Kami berharap Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bisa membantu," kata Neng di lokasi pengungsian, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga: Audit HGU Mendesak, Walhi Tuding Praktik Lahan PTPN Picu Alih Fungsi 150 Hektare Kebun Teh

Selain itu, Neng yang rumahnya rusak terhantam banjir, juga kesulitan mengakses air bersih.

"Sumur bor hanya ada di rumah sebagian tetangga. Kami numpang saja," tutur Neng.

Neng Hartati adalah satu dari ratusan warga yang rumahnya terdampak banjir di Palembayan yang terjadi pada Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Data Terbaru Ungkap Masalah - Masalah Utama yang Disorot Menkeu dalam Iklim Investasi Indonesia

Dia bercerita, sore itu sekitar pukul 17.00 WIB, air deras tiba-tiba mendekat dari arah belakang permukiman rumahnya.

Dalam hitungan detik, perempuan yang lahir dan besar di Nagari Salareh Aia itu harus berlari menuju tempat berlindung, sekitar empat rumah dari kediamannya.

"Airnya besar sekali, gemuk. Kami sudah jatuh-jatuh semua. Cuma bisa berlindung di belakang dapur rumah orang,” kata Neng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X