Menurutnya, mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan respons darurat, tetapi harus didukung penguatan tata kelola ruang di wilayah hulu.
Kerusakan Lingkungan Sebut Jadi Faktor Penting Pemicu Bencana
Data awal dari otoritas daerah menunjukkan bahwa ribuan warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, dengan ratusan rumah mengalami kerusakan berat.
Sejumlah jalur transportasi utama terputus, beberapa wilayah terisolasi selama berhari-hari, dan ratusan jiwa dilaporkan meninggal.
Basarnas dan BNPB telah mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, serta pendistribusian logistik ke wilayah terdampak.
Sejumlah analis kebencanaan menilai kerusakan kawasan resapan air, konversi hutan, serta kegiatan pertambangan menjadi faktor yang mempercepat kerentanan ekologi di wilayah tersebut.
Baca Juga: 450 Lokasi Tambang Emas Ilegal di Aceh dan 3.700 Ha Lahan Rusak: Mengapa Penertiban Mandek?
Pandangan Mengenai Tata Kelola dan Pencegahan Bencana
Perubahan kebijakan harus melibatkan perbaikan tata kelola hulu dan pemulihan vegetasi secara terencana.
Penguatan kapasitas daerah, audit izin korporasi, serta pemantauan aktivitas pertambangan akan menjadi kunci mencegah bencana serupa.
Sebanyak 43 persen kawasan hulu di beberapa kabupaten di Sumatera Barat telah mengalami degradasi moderat hingga berat menurut laporan lembaga resmi tahun 2024.****