nasional

Banjir Besar Rusak Ratusan Rumah di Agam: Pengungsi Minta Relokasi dan Hunian Darurat yang Layak

Jumat, 5 Desember 2025 | 15:13 WIB
Neng Hartati (48) yang merupakan salah satu korban terdampak banjir warga asal Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat. (Dok. Tim Media Prabowo)

Baca Juga: Survei IPO Ungkap Purbaya Paling Moncer di Kabinet, Setelah Tinggalkan Pekerjaan Lapangan yang Sangat Berat

Arus air terus membesar. Warga yang tengah berupaya menyelamatkan diri tak sanggup lagi bergerak jauh.

Mereka akhirnya berpegangan pada dinding dapur dan menunggu air mereda. Namun, hujan kembali turun, air kembali pasang.

Neng bersama sembilan orang lainnya terpaksa naik ke loteng rumah warga dan berdiam di sana hingga pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: DPR Tampilkan Video 1,5 Meter Kayu Besar Pascabencana, Titiek Soeharto Minta Penegakan Hukum Tegas

"Kami terdampar sepuluh orang. Gelap, air di bawah masih deras, lampu mati. Cuma senter saja yang dipakai,” ujarnya.

Dalam keadaan mencekam itu, anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun terpisah darinya. Anak itu terseret arus bersama empat temannya.

Neng sempat berusaha mengejar, namun terhalang kayu-kayu besar yang dibawa aliran banjir.

Baca Juga: Isu Tambang Dinilai Jadi Pemicu Konflik PBNU, Mahfud MD Jelaskan Pergeseran Karakter Organisasi

"Alhamdulillah, kelimanya selamat. Saya baru ketemu anak saya pukul 22:00 WIB di posko," ucapnya.

Setelah air surut, warga menunggu bantuan datang. Keluarga dari Pasaman kemudian tiba dan membantu mereka berjalan keluar melalui lumpur hingga mencapai jembatan dan lokasi aman lainnya.

Neng baru menengok rumahnya pada Rabu (3/12/2025) atau enam hari setelah kejadian. Sebagian rumahnya sudah tertimbun lumpur, termasuk dua mobil yang terparkir di dalamnya.

Baca Juga: BMKG Ungkap 2 Fenomena Atmosfer Pemicu Hujan Sangat Lebat yang Sebabkan Banjir di Sumatera

"Hati saya hancur. Rumah sudah tertinggung lumpur. Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan," katanya.

Di posko, ia sudah tinggal selama satu minggu. Rasa trauma masih membekas.

Halaman:

Tags

Terkini