• Sabtu, 18 April 2026

BNPB Catat 3 Wilayah Rawan, Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Awal November 2025

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Selasa, 11 November 2025 | 06:00 WIB
Kondisi pascalongsor di Desa Tulungrejo, Kabupaten Bllitar, warga bergotong royong membersihkan pipa saluran air yang tertimbun material longsor. (Dok. BPBD Kabupaten Blitar)
Kondisi pascalongsor di Desa Tulungrejo, Kabupaten Bllitar, warga bergotong royong membersihkan pipa saluran air yang tertimbun material longsor. (Dok. BPBD Kabupaten Blitar)

NEWS SUMMARY

  • Hujan deras memicu banjir dan longsor di Brebes, Cilegon, dan Blitar.
  • Dua warga tewas, puluhan rumah rusak, ratusan warga terdampak.
  • BNPB imbau kewaspadaan jelang puncak musim hujan.

24JAMNEWS.COM - Awal November 2025 menjadi pengingat penting bagi masyarakat Indonesia bahwa ancaman bencana hidrometeorologi kini semakin nyata.

Bencana dapat terjadi kapan saja, bahkan di wilayah yang sebelumnya dianggap aman.

Data resmi BNPB per 9 November 2025 mencatat kejadian banjir dan longsor di tiga provinsi.

Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi: dr Tifauzia Pasrah, Roy Suryo dan Rismon Sianipar Siap Hadapi Hukum

Di Brebes, Jawa Tengah, dua warga tewas akibat terseret arus dan tersengat listrik saat banjir bandang melanda Kecamatan Sirampog dan Bumiayu.

Sebanyak delapan rumah, satu sekolah, dan satu jembatan terputus akibat derasnya aliran sungai.

Wilayah itu dikenal rawan pergerakan tanah karena kondisi geografis perbukitan dengan ketinggian hingga 1.000 mdpl.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Tiga Tokoh Nasional Ikut Terseret

Drainase Tersumbat Jadi Pemicu Banjir di Kota Cilegon

Di Banten, banjir melanda Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, pada Jumat (7/11/2025).

Hujan dengan intensitas tinggi dan penyempitan gorong-gorong akibat sampah menyebabkan air meluap ke pemukiman warga.

Sebanyak 202 jiwa terdampak dan 30 rumah terendam, sementara jalan utama Cilegon–Anyer sempat tidak bisa dilalui.

Baca Juga: Bagaimana Press Release Menjadi Senjata Utama dalam Manajemen Krisis Korporasi

“Relawan, BPBD, dan Tagana telah mengevakuasi warga, kondisi kini mulai surut,” ungkap Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X