• Sabtu, 18 April 2026

Kampung Dukuh Garut di Tengah Hutan Cikelet, Warisan Budaya Tak Benda 2024 yang Masih Hidup

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Sabtu, 8 November 2025 | 09:37 WIB
Rumah tradisional di Kampung Dukuh, Desa Ciroyom, berdiri tanpa genting atau kaca, mengikuti aturan adat turun-temurun. (Instagram.com @kampungdukuh.id)
Rumah tradisional di Kampung Dukuh, Desa Ciroyom, berdiri tanpa genting atau kaca, mengikuti aturan adat turun-temurun. (Instagram.com @kampungdukuh.id)

NEWS SUMMARY

  • Kampung Dukuh di Desa Ciroyom, Garut Selatan, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat tahun 2024.
  • Warga Kampung Dukuh mempertahankan adat leluhur dengan kehidupan tanpa listrik modern dan bahan bangunan tradisional.
  • Pemerintah Jawa Barat menilai Kampung Dukuh berpotensi menjadi model pelestarian budaya berbasis kearifan lokal.

24JAMNEWS.COM - Apakah masih ada kampung adat yang hidup sepenuhnya di tengah pegunungan Garut selatan, tanpa menyerah pada arus modernisasi?

Di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Kampung Dukuh menjadi jawaban.

Kampung ini resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 36 Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Provinsi Jawa Barat pada 2024.

Baca Juga: Sengketa 16,4 Hektare Makassar: Jusuf Kalla Tuding Lippo Group Rekayasa Kepemilikan Tanah

Kehidupan Tradisional Terjaga di Kawasan Terpencil

Kampung Dukuh merupakan kampung adat terbesar di Desa Ciroyom dan berjarak sekitar 100 km dari Kota Garut.

Masyarakatnya menjalankan pola hidup sederhana, bertani dan beternak, serta memegang falsafah “Elmu Dukuh” yang mengatur sikap dan hubungan manusia dengan alam serta leluhur.

Akses ke kampung relatif terbatas, yang turut menjaga kelestarian tradisi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Minta Tindak Tegas Kasus Fatty Matter yang Rugikan Keuangan Negara

Pengakuan Resmi dan Potensi Pelestarian Budaya

Pada 26 Februari 2024, Pemprov Jawa Barat mengumumkan bahwa tata ruang Kampung Dukuh ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Provinsi.

Status ini memberikan kesempatan untuk upaya pelestarian tradisi seperti seni “Terbang Sejak” yang dimainkan di kampung ini.

Dengan pengakuan semacam ini, nilai budaya dan adat Kampung Dukuh mendapat perhatian lebih luas.

Baca Juga: Momen Hangat: Wapres Gibran. Rakabuming Hadir di Ulang Tahun Prabowo ke-74

Tantangan Modernisasi dan Relevansi untuk Wisata Budaya

Meski masih memegang adat, Kampung Dukuh mulai menyentuh arus dunia luar—pengunjung dan liputan media sudah hadir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X