• Sabtu, 18 April 2026

1800-an Hingga Kini: Sejarah Kampung Adat Banceuy yang Tetap Hidup di Subang

Photo Author
Banny Rachman, 24jamnews.com
- Rabu, 12 November 2025 | 16:58 WIB
Siswa-siswi yang sedang beristirahat saat hiking ke Leuwi Lawang di Kampung Banceuy kemungkinan besar sedang menikmati suasana alam yang asri dan sejuk, khas daerah pegunungan di Subang, Jawa Barat. (Instagram.com @kampungadatbanceuy)
Siswa-siswi yang sedang beristirahat saat hiking ke Leuwi Lawang di Kampung Banceuy kemungkinan besar sedang menikmati suasana alam yang asri dan sejuk, khas daerah pegunungan di Subang, Jawa Barat. (Instagram.com @kampungadatbanceuy)

Tradisi Ruwatan Bumi Sebagai Benteng Spiritual Masyarakat

Hingga kini, upacara Ruwatan Bumi tetap menjadi inti kehidupan masyarakat Banceuy.

Baca Juga: 1800-an Hingga Kini: Sejarah Kampung Adat Banceuy yang Tetap Hidup di Subang

Upacara ini digelar setiap akhir tahun sebagai bentuk syukur atas rezeki bumi serta doa agar kampung terhindar dari bala.

Menurut tokoh adat Kampung Banceuy yang juga keturunan karuhun Aki Ito, tradisi ini tak hanya ritual spiritual tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Ruwatan Bumi adalah cara kami menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur.

Baca Juga: Menjelang RUPSLB Tahun 2025, Saham BBRI Naik 0,8 Persen Jelang Agenda Penting

Nilai-Nilai Adat Dalam Tatanan Sosial Dan Arsitektur

Selain upacara adat, masyarakat Banceuy menerapkan aturan turun-temurun dalam penataan rumah.

Misalnya, anak laki-laki dilarang membangun rumah di sebelah timur orang tuanya, simbol penghormatan terhadap posisi leluhur.

Walau sebagian rumah kini bergaya modern, nilai-nilai adat tetap menjadi pedoman hidup.

Baca Juga: Satgas PKH Halilintar Tertibkan Tambang Ilegal 315,48 Hektare, Negara Rugi Rp 12,9 Triliun

Kesenian tradisional seperti Celempung, Tolént, dan Karinding juga terus dilestarikan sebagai identitas budaya.

Menurut data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (2024), Kampung Adat Banceuy kini menjadi salah satu dari 56 kampung budaya yang diakui pemerintah provinsi.

Pelestarian Warisan Leluhur di Tengah Modernisasi

Kampung Adat Banceuy bukan sekadar situs sejarah, melainkan simbol kearifan lokal Sunda yang bertahan di tengah modernisasi.

Baca Juga: 15 Tahun Berselang, Prediksi SBY tentang Ekonomi Indonesia 2025 Kini Jadi Fakta

Dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat ini diatur dalam program Desa Wisata Budaya Subang 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X