NEWS SUMMARY
- Korporasi Bank BJB akan membatalkan pengangkatan tiga pengurus yang belum lolos uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh OJK.
- Pembatalan tersebut akan dibahas dalam RUPSLB pada 1 Desember 2025 sebagai tindak lanjut surat resmi OJK.
- Tiga posisi yang dibatalkan adalah Komisaris Utama, Komisaris Independen, dan Direktur Kepatuhan yang sebelumnya ditetapkan pada April 2025.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana ketidakpastian pengurus baru bisa mengguncang kepercayaan pemangku kepentingan?
Korporasi Bank BJB mendadak membatalkan pengangkatan tiga pengurus yang telah ditetapkan pada RUPST 16 April 2025.
Yakni Komisaris Utama, Komisaris Independen dan Direktur Kepatuhan, dan akan dibahas dalam RUPSLB 1 Desember 2025 sebagai tindak lanjut surat OJK.
Baca Juga: Naik 2,83 Persen, IHSG Berhasil Menyentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Efek
Siapa Saja yang Terdampak Pengangkatan dan Pembatalan
Ketiga posisi yang dihapus pengangkatannya adalah: Mardigu Wowiek Prasantyo sebagai Komisaris Utama Independen.
Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen, dan Joko Hartono Kalisman sebagai Direktur Kepatuhan.
Pengangkatan mereka pada awalnya digelar dalam RUPST korporasi pada 16 April lalu, tetapi belum resmi efektif menjabat karena harus melewati proses fit & proper test OJK.
Baca Juga: BRI Gelar RUPSLB 17 Desember Tahun 2025, Investor Tunggu Arah Baru Korporasi
Reaksi Pemegang Saham, Publik, dan Pemangku Kebijakan
Pembatalan ini muncul di saat korporasi tengah mencatat kinerja yang cukup baik.
Dengan pembagian dividen untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 896,95 miliar atau Rp 85,25 per saham, yang setara 65,50 % dari laba bersih Rp 1,369 triliun.
Namun, keputusan mendadak seperti ini dapat menimbulkan pertanyaan dari pemegang saham.
Baca Juga: Meski Laba Alami Peningkatan, ADRO Kehilangan Hingga 15.184 Investor di Oktober 2025
Mengenai stabilitas manajemen dan transparansi pengangkatannya, serta konsekuensi terhadap reputasi korporasi di mata publik dan pasar keuangan.
Artikel Terkait
BNPB Catat 3 Wilayah Rawan, Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Awal November 2025
Harga Saham RAFI Naik Turun 20 Persen, Manajemen Sebut Murni Merupakan Mekanisme Pasar
32 Tahun Membangun: Data Pertumbuhan dan Swasembada Indonesia di Era Soeharto
Dividen 4,4 Persen! AMOR Bagi Separuh Laba Bersih Kuartal III Tahun 2025
Meski Laba Alami Peningkatan, ADRO Kehilangan Hingga 15.184 Investor di Oktober 2025
Naik 2,83 Persen, IHSG Berhasil Menyentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Efek
Rekor Baru IHSG Menyentuh 8.394: Kapitalisasi Pasar BEI Naik ke Rp15.316 Triliun
9 Tokoh Termasuk Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo
BRI Gelar RUPSLB 17 Desember Tahun 2025, Investor Tunggu Arah Baru Korporasi
Bank BJB Batalkan 3 Pengurus Usai Surat OJK, RUPSLB Digelar 1 Desember 2025