• Sabtu, 18 April 2026

Harga Pupuk Subsidi Turun Sebanyak 20 Persen, Petani Rasakan Dampak Perpres Baru

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Rabu, 12 November 2025 | 15:00 WIB
Wamentan Sudaryono membuka Indogritech Expo 2025 di ICE BSD City, menandai babak baru pertanian 5.0 Indonesia.  (Dok. Kementan)
Wamentan Sudaryono membuka Indogritech Expo 2025 di ICE BSD City, menandai babak baru pertanian 5.0 Indonesia. (Dok. Kementan)

NEWS SUMMARY

  • Pemerintah percepat modernisasi pertanian menuju era 5.0 melalui kolaborasi lintas sektor dan penerapan teknologi kecerdasan buatan.
  • Wamentan Sudaryono sederhanakan 145 aturan pupuk bersubsidi lewat Perpres baru, distribusi kini langsung ke petani dan turun harga 20 persen.
  • Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang pasar besar bagi subsektor telur, ayam, susu, dan daging lokal.

24JAMNEWS.COM - Bagaimana jika kecerdasan buatan justru menjadi sahabat petani, bukan ancaman?

Inilah keyakinan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang kini mengajak seluruh pemangku kepentingan menapaki era baru: pertanian 5.0 yang cerdas dan inklusif.

Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah berperan sebagai bagian dari solusi bagi seluruh pelaku industri pertanian, bukan menjadi penghambat inovasi.

Baca Juga: Dari Banyumas Hingga Garut, Astra Wujudkan Ribuan Rumah Layak Huni Gratis

Menurut Sudaryono, kolaborasi antara pemerintah, peneliti, asosiasi, dan pelaku usaha sangat penting untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional.

“Pemerintah harus menjadi solusi. Kita tidak ingin menjadi bagian dari masalah,” ujar Sudaryono saat membuka Indogritech Expo (IGT) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (6/11/2025).

Transformasi Menuju Pertanian 5.0 Yang Efisien Dan Presisi

Dalam pidatonya, Sudaryono menegaskan bahwa pertanian Indonesia kini tengah bertransformasi dari mekanisasi konvensional menuju sistem pertanian cerdas 5.0 yang berbasis efisiensi dan presisi tinggi.

Baca Juga: Bank BJB Batalkan 3 Pengurus Usai Surat OJK, RUPSLB Digelar 1 Desember 2025

Ia menilai perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi katalis untuk meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan peran manusia.

“Artificial Intelligence tidak akan menggantikan manusia, tetapi membantu memperlancar dan mengambil sebagian pekerjaan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi yang tidak membawa manfaat bagi manusia akan ditinggalkan karena tujuan utama inovasi adalah membantu dan menyejahterakan petani.

Baca Juga: Naik 2,83 Persen, IHSG Berhasil Menyentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Efek

Mekanisasi Plus-Plus Jadi Arah Modernisasi Pertanian Nasional

Sudaryono menjelaskan bahwa transformasi menuju pertanian cerdas merupakan kelanjutan dari proses panjang mekanisasi di Indonesia yang telah berkembang dari sistem manual menjadi mekanisasi modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X