Efisiensi Anggaran Tanpa Tambahan Subsidi APBN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penurunan harga pupuk ini dilakukan melalui reformasi industri pupuk dan pemangkasan rantai distribusi.
Baca Juga: KCIC Rugi Beruntun Hingga 2025, PT KAI Harus Menanggung Sebesar 60 Persen Beban Konsorsium
Ia menyebut langkah efisiensi tersebut sebagai terobosan Presiden Prabowo untuk memastikan pupuk sampai ke petani dengan harga terjangkau dan tanpa kebocoran distribusi.
“Presiden memerintahkan agar pupuk sampai ke petani dengan harga terjangkau, kami menindaklanjuti dengan merevitalisasi industri."
”Memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN,” jelas Mentan Amran.
Baca Juga: Laba FORE Tumbuh 41,94 Persen di Kuartal III-2025, Penjualan Sentuh Rp1,04 Triliun
Kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan efisiensi biaya produksi petani.
Manfaat Bagi 155 Juta Penerima Manfaat Nasional
Kementerian Pertanian mencatat, lebih dari 155 juta penerima manfaat, termasuk petani dan keluarganya, akan merasakan dampak langsung dari penurunan harga pupuk ini.
Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan mendorong produktivitas pertanian di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Data Resmi Dana Pemda Hanya Bersumber dari Bank Indonesia
HKTI menilai kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat produktivitas pertanian nasional dan mempercepat pencapaian kedaulatan pangan Indonesia.
“Seluruh petani pasti senang dengan keputusan ini, karena pemerintah benar-benar mendengar dan merespons jeritan petani selama ini,” tambah Karding.
Langkah Nyata Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Dengan harga pupuk yang lebih rendah, biaya produksi petani berkurang, sehingga peluang peningkatan hasil panen semakin besar.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Krisdayanti, Raih Perak di World Kungfu Championships 2025 Tiongkok
Efisiensi distribusi dan pengawasan pupuk bersubsidi juga menjadi bagian dari reformasi besar sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman.
Artikel Terkait
Sri Mulyani Rancang, Purbaya Tunda: Pajak Marketplace Baru Jalan Saat Ekonomi 6 Persen
Partai Gerindra Unggul 33,5 Persen, DWS: Bukti Kepercayaan Publik terhadap Prabowo
Kisah Inspiratif Krisdayanti, Raih Perak di World Kungfu Championships 2025 Tiongkok
KCIC Rugi Beruntun Hingga 2025, PT KAI Harus Menanggung Sebesar 60 Persen Beban Konsorsium
Menkeu Purbaya Tegaskan Data Resmi Dana Pemda Hanya Bersumber dari Bank Indonesia
Laba FORE Tumbuh 41,94 Persen di Kuartal III-2025, Penjualan Sentuh Rp1,04 Triliun
Setahun Prabowo–Gibran: Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen, Tapi Belum Berubah Struktural
PHE Catat Produksi Migas 1,04 Juta BOEPD, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Bukalapak Buyback Saham Rp420,8 Miliar, Optimalkan Sisa Dana Sebelumnya
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kebijakan Efisiensi Presiden Prabowo Dirasakan Petani