• Sabtu, 18 April 2026

BSDE Ronyok: Laba Hanya Mençapai Rp1,36 Triliun, Pendapatan di Bawah Rp 9 Triliun

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Minggu, 2 November 2025 | 05:30 WIB
Laba BSDE Turun ke Rp 8,76 Triliun, Laba 9M25 Hanya Mencapai Rp 1,36 Triliun.   (Dok. bsdcity.com)
Laba BSDE Turun ke Rp 8,76 Triliun, Laba 9M25 Hanya Mencapai Rp 1,36 Triliun. (Dok. bsdcity.com)

NEWS SUMMARY:

  • Korporasi properti besar ini mencatat kerugian hampir setengah dibanding tahun lalu di kuartal 9 bulan.
  • Penurunan pendapatan dan laba usaha mencerminkan tekanan kuat di sektor properti.
  • Neraca menunjukkan penguatan ekuitas dan pengurangan utang di tengah kondisi sulit.

24JAMNEWS.COM - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana korporasi besar di sektor properti bisa kehilangan hampir setengah labanya hanya dalam sembilan bulan?

Fenomena ini kini menimpa PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang kinerjanya tertekan di tengah melambatnya pasar properti nasional sepanjang 2025.

BSDE merupakan salah satu pengembang kawasan terpadu terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Subroto Award 2025: MIND ID Torehkan Prestasi Lewat Program PPM Inovatif

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit dan dipublikasikan melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 30 Oktober 2025, korporasi mencatat laba periode berjalan sebesar Rp1,36 triliun hingga 30 September 2025.

Capaian tersebut melemah 49,62 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,70 triliun.

Penurunan laba ini berkaitan erat dengan melemahnya pendapatan usaha dan menurunnya laba operasional korporasi sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: TBIG Pertahankan Stabilitas Keuangan, Laba Bersih Turun Tipis Menjadi Rp1,14 Triliun

Pendapatan Turun, Laba Usaha Menyusut Signifikan

Pendapatan usaha BSDE tercatat sebesar Rp8,76 triliun hingga akhir September 2025, lebih rendah dibandingkan Rp10,06 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Penurunan pendapatan ini menggambarkan kondisi pasar properti yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi dan tekanan pada penjualan sektor residensial maupun komersial.

Meski demikian, korporasi masih mampu menekan beban pokok penjualan dari Rp3,47 triliun menjadi Rp3,21 triliun.

Baca Juga: CNMA Jaga Kinerja Positif, F&B Naik 0,7% dan Digital Tumbuh 27,9%

Dengan langkah efisiensi tersebut, laba bruto tetap bertahan di angka Rp5,54 triliun, meski menurun dari Rp6,59 triliun pada tahun sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X