• Sabtu, 18 April 2026

Restrukturisasi Jadi Jalan Tengah Atasi Utang Rp6,9 Triliun Proyek Kereta Cepat Whoosh

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Senin, 27 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Menyoroti nilai investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.   (Instagram.com/@kcic.co.id)
Menyoroti nilai investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. (Instagram.com/@kcic.co.id)

NEWS SUMMARY:

  • Mahfud MD pertanyakan transparansi kontrak proyek Whoosh Indonesia–Tiongkok.
  • PT KAI tanggung utang Rp6,9 triliun, bunga pinjaman CDB capai 2–3 persen.
  • Luhut pastikan restrukturisasi jadi solusi tanpa melibatkan APBN.

24JAMNEWS.COM - Apakah proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, Whoosh, yang dulu digadang sebagai simbol kemajuan transportasi nasional kini berubah menjadi beban finansial jangka panjang bagi korporasi negara?

Pertanyaan itu kembali mencuat setelah isu utang besar proyek ini ke pihak Tiongkok mencuri perhatian publik.

Bayang-bayang utang besar proyek kereta cepat Whoosh kembali menjadi sorotan.

Baca Juga: Pendapatan Bunga BTN Tembus hingga Capai Rp26,58 Triliun, Laba Bersih Ikut Melonjak

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mempertanyakan transparansi kontrak kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok.

“Kita belum tahu jelas isi kontrak Indonesia dan Tiongkok dalam proyek ini."

"Bahkan seorang anggota DPR mengatakan tidak tahu isi kontraknya,” ujar Mahfud MD melalui kanal YouTube Mahfud MD Official, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Baca Juga: 28 Oktober 1928: 3 Pokok Penting Sumpah Pemuda yang Satukan Bangsa Indonesia

Mahfud menilai ketertutupan kontrak menjadi sumber kekhawatiran publik dan mempertanyakan apakah dokumen tersebut dapat diakses secara utuh.

Struktur Pembiayaan Didominasi Pinjaman dari Tiongkok

Proyek Whoosh digarap oleh konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan porsi saham mayoritas dipegang oleh korporasi BUMN Indonesia.

Melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan China Railway International Co. Ltd dari pihak Tiongkok.

Baca Juga: Fakta Terbaru KTP WNA Israel Aron Geller Palsu, NIK Tidak Tercatat di Kabupaten Cianjur

Total investasi proyek ini mencapai 7,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp120,6 triliun, dengan 75 persen pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) berbunga tetap 2 persen per tahun selama 40 tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X