• Sabtu, 18 April 2026

Restrukturisasi Jadi Jalan Tengah Atasi Utang Rp6,9 Triliun Proyek Kereta Cepat Whoosh

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Senin, 27 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Menyoroti nilai investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.   (Instagram.com/@kcic.co.id)
Menyoroti nilai investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. (Instagram.com/@kcic.co.id)

"Kemudian kita berunding dengan Tiongkok,” katanya dalam acara 1 Tahun Prabowo–Gibran di Jakarta, 18 Oktober 2025.

Menurut Luhut, pemerintah kini menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk mengesahkan tim restrukturisasi.

“Tiongkok mau melakukan restrukturisasi, tapi kemarin pergantian pemerintah agak terlambat,” ujarnya.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Data KCIC: 24 Ribu Tenaga Lokal Belum Sepenuhnya Terserap

Ia menegaskan restrukturisasi merupakan jalan keluar utama tanpa melibatkan APBN.

“Kita ribut-ribut Whoosh, Whoosh itu tinggal restructuring saja. Siapa yang minta APBN? Enggak ada yang pernah minta APBN,” tegasnya.

Nilai Investasi Whoosh Lebih Tinggi dari Land Bridge

Perbandingan antara proyek Whoosh dan Saudi Land Bridge juga mengemuka.

Baca Juga: Agus Harimurti Yudhoyono: Sinergi Lintas Sektor Penting untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Proyek Land Bridge sepanjang 1.500 kilometer di Arab Saudi hanya menelan investasi 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp116,3 triliun.

Jauh lebih panjang dibanding Whoosh yang hanya 142,3 kilometer dengan nilai investasi Rp120,6 triliun.

Perbandingan ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efisiensi investasi dan manajemen biaya dalam proyek strategis nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X