Kesiapan Menkeu Menjadi Mediator Aduan Para Pelaku Usaha Nasional
Purbaya menyatakan kesiapannya mendedikasikan satu hari kerja setiap pekan untuk menerima aduan langsung dari investor yang mengalami hambatan.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut bertujuan mempercepat pengambilan keputusan ketika terjadi kendala proses bisnis yang memerlukan arbitrase pemerintah.
Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Akar Ketegangan dari Proyek dan Perizinan Tambang yang Menjadi Isu Internal
Ia menekankan bahwa percepatan penyelesaian hambatan investasi akan meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar surat utang.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendekatan ini membutuhkan konsistensi lintas lembaga dalam melaksanakan keputusan yang dihasilkan.
Data Pertumbuhan Ekonomi Menguat di Tengah Tantangan Iklim Investasi
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,15 persen pada triwulan ketiga dengan konsumsi rumah tangga sebagai penopang terbesar.
Baca Juga: Faktor-Faktor Kunci yang Yakinkan Investor Meski Status Internasional Bandara IMIP Morowali Dicabut
Kementerian Keuangan mencatat rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto berada di sekitar 38 persen yang dianggap aman oleh lembaga pemeringkat global.
Bank Indonesia menilai aliran modal asing ke surat utang masih berfluktuasi akibat ketidakpastian global dan persepsi risiko dari pemberitaan internasional.
Berbagai lembaga seperti Dana Moneter Internasional menilai Indonesia memiliki struktur ekonomi yang relatif stabil meski menghadapi tantangan domestik.
Baca Juga: Moratorium Penebangan Hutan: Dedi Siapkan Kebijakan Baru untuk Kurangi Risiko Bencana di Jabar
Penguatan Kebijakan Investasi Didukung Pandangan Akademisi Ekonomi
Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal menilai perbaikan birokrasi perizinan menjadi kunci menarik investasi portofolio dan investasi langsung.
Ia menjelaskan bahwa investor global menilai kepastian regulasi lebih penting daripada insentif pajak dalam keputusan investasi jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemberitaan internasional harus diikuti peningkatan transparansi agar persepsi risiko dapat dikendalikan.
Baca Juga: Fakta Penting Potensi Danantara dalam Mendorong Ekonomi Syariah dan Industri Halal Indonesia 2025