Topik pembahasan di dalamnya mencakup evaluasi sistem zonasi sekolah, paradigma baru ujian nasional, administrasi guru, pemetaan digitalisasi pendidikan, dan pengelolaan dana BOS.
Abby menambahkan, isu mengenai pengadaan Chromebook baru muncul jauh setelah grup itu dibuat.
Baca Juga: BPOM dan BPJPH Diminta Audit Aqua, Koalisi Kebenaran Soroti Dugaan Ganti Bahan Baku
“Pembahasan soal Chromebook baru muncul dalam rapat daring tanggal 6 Mei, jadi tidak ada korelasi dengan grup WhatsApp itu,” tegasnya.
Tidak Ada Keterlibatan Pihak dari Korporasi Google Indonesia
Tabrani Abby juga membantah tudingan bahwa grup Menteri Core melibatkan pihak dari Google Indonesia, yang kemudian disebut berperan dalam tender perangkat TIK di Kemendikbudristek.
“Dalam grup itu tidak ada satu pun perwakilan Google. Pertemuan dengan Google Indonesia baru terjadi setelah Pak Nadiem resmi menjabat sebagai menteri,” ujar Abby.
Baca Juga: Restrukturisasi Jadi Jalan Tengah Atasi Utang Rp6,9 Triliun Proyek Kereta Cepat Whoosh
Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan pihak Google merupakan bagian dari koordinasi resmi setelah pembentukan kabinet, bukan bagian dari perencanaan proyek atau tender.
Menurut Abby, grup tersebut terus berjalan hingga pelantikan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan hanya berfungsi sebagai forum diskusi antarstaf dan pakar pendidikan.
Tidak Ada Istilah Digitalisasi Pendidikan dalam Dokumen RPJM
Lebih lanjut, Abby menjelaskan bahwa istilah “digitalisasi pendidikan” yang ramai disebut publik tidak tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang disusun oleh Nadiem Makarim.
Baca Juga: Sebanyak 4.700 Izin Air Tanah Terbit, Kementerian ESDM Evaluasi Sumber Air AMDK Nasional
“Dalam RPJM yang dibuat saat itu, yang ada hanya pengadaan TIK sebagai bagian dari modernisasi pendidikan, bukan proyek digitalisasi seperti yang diberitakan,” jelas Abby.
Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan kliennya bersifat konseptual dan terbuka, serta tidak berkaitan dengan dugaan praktik korupsi atau perencanaan proyek apa pun.
“Semua yang dibahas adalah hal-hal konseptual mengenai kebijakan pendidikan, tidak ada agenda tersembunyi terkait proyek atau pengadaan tertentu,” pungkasnya.
Baca Juga: Evelina Pietruschka Buron Rp12,7 Triliun Diduga Hidup Mewah di Kawasan Mewah Beverly Hills AS
Artikel Terkait
Evelina Pietruschka Buron Rp12,7 Triliun Diduga Hidup Mewah di Kawasan Mewah Beverly Hills AS
Laba BTN Tumbuh Sebesar 10,57 Persen, Ekuitas Naik hingga Sentuh Rp34,68 Triliun
Restrukturisasi Jadi Jalan Tengah Atasi Utang Rp6,9 Triliun Proyek Kereta Cepat Whoosh
Donald Trump dan Xi Jinping Siapkan Pertemuan 30 Oktober, Pasar Global Bergerak Naik
17 Agustus 1945: Indonesia Raya Resmi Jadi Lagu Kebangsaan Indonesia
3 Temuan Soal Dugaan Air Tanah di Produk Aqua, Koalisi Kebenaran Desak Pemeriksaan BPOM
BPOM dan BPJPH Diminta Audit Aqua, Koalisi Kebenaran Soroti Dugaan Ganti Bahan Baku
Sebanyak 4.700 Izin Air Tanah Terbit, Kementerian ESDM Evaluasi Sumber Air AMDK Nasional
Dari Akuifer Hingga Mata Air, Mengurai Asal Usul Air Minum yang Ada dalam Kemasan
3 Fakta Baru Grup WhatsApp Nadiem Makarim yang Tidak Bahas Terkait Proyek Chromebook