- Tarif ekspor Meksiko batal naik 1 November 2025.
- Negosiasi perdagangan diperpanjang usai pertemuan Trump–Sheinbaum.
- Penundaan tarif jaga stabilitas pasar Amerika Utara.
24JAMNEWS.COM - Apakah ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Meksiko akan segera mereda, atau justru memasuki babak baru yang lebih sulit?
Pertanyaan ini mengemuka setelah keputusan penting diumumkan awal pekan ini.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin (27/10/2025) mengumumkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui penundaan penerapan tarif baru.
Baca Juga: Harga Kelapa Petani Hanya Rp3.000, Mentan Amran Sulaiman Siapkan Program 10.000 Hektare
Terhadap sejumlah barang ekspor Meksiko yang semula dijadwalkan berlaku mulai 1 November 2025.
Dalam konferensi pers hariannya di Mexico City, Sheinbaum menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pembicaraan intensif antara kedua pemimpin pada Sabtu (25/10/2025).
“Kami hampir menyelesaikan masalah ini,” ujar Sheinbaum.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Kereta Cepat Jakarta Bandung Bukan Cari Laba, PEPS Nilai Klaim Tak Konsisten
Tarif tersebut sebelumnya direncanakan naik dari 25 persen menjadi 30 persen terhadap beberapa komoditas industri, termasuk baja, aluminium, dan tembaga.
Namun, Trump memberikan perpanjangan waktu kepada Meksiko untuk menuntaskan negosiasi terkait 54 hambatan nontarif yang dianggap merugikan korporasi asal AS.
Negosiasi Dagang Diperpanjang Beberapa Pekan Ke Depan
Sheinbaum menyebut kedua negara sepakat memanfaatkan “beberapa pekan tambahan” guna menuntaskan kesepakatan dagang baru yang lebih seimbang.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Plafon Kredit Sebesar Rp 240 Triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih
Ia menegaskan bahwa Meksiko tetap berkomitmen menjaga hubungan ekonomi yang konstruktif dengan Washington.
Artikel Terkait
Sebelum Jadi Menteri, Nadiem Makarim Membentuk Grup WA Bahas Soal Arah Pendidikan
Riset 2024 Ungkap Sebanyak 3 dari 4 Siaran Pers Korporasi Diabaikan Redaksi Digital
Data Oxford Ungkap Hubungan Langsung Antara Kebahagiaan dengan Kesuksesan
Harga Kelapa Petani Hanya Rp3.000, Mentan Amran Sulaiman Siapkan Program 10.000 Hektare
Nilai Kelapa Bisa Naik 1.000 Persen, Mentan Amran Tekankan Hilirisasi Petani Maluku Utara
Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut Investasi Sosial, Analis Soroti Kerugian Rp73,5 Triliun
Jokowi Tegaskan Kereta Cepat Jakarta Bandung Bukan Cari Laba, PEPS Nilai Klaim Tak Konsisten
Kredit Rp 240 Triliun Dibuka untuk Kopdes Merah Putih, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Lokal
Pemerintah Siapkan Plafon Kredit Sebesar Rp 240 Triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih
Presiden Claudia Sheinbaum Umumkan Penundaan Tarif Ekspor, AS Beri Waktu Negosiasi Tambahan