“AS adalah mitra dagang terbesar kami, dan kami bekerja untuk memastikan perdagangan tetap terbuka serta adil bagi kedua pihak,” kata Sheinbaum.
Langkah ini dianggap sebagai sinyal positif di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dagang yang bisa mengguncang rantai pasok regional Amerika Utara.
Baca Juga: Riset 2024 Ungkap Sebanyak 3 dari 4 Siaran Pers Korporasi Diabaikan Redaksi Digital
Tekanan dari Washington dan Strategi Ekonomi Trump
Sejak menjabat pada Januari 2025, Trump menjalankan kebijakan perdagangan yang menekankan proteksi terhadap industri domestik AS.
Ia menilai beberapa mitra, termasuk Meksiko dan Tiongkok, telah "memanfaatkan" pasar AS melalui kebijakan tarif rendah dan hambatan nontarif.
Gedung Putih menuntut agar Meksiko menghapus 54 hambatan non-tarif yang memengaruhi ekspor pertanian dan otomotif AS.
Baca Juga: Data Oxford Ungkap Hubungan Langsung Antara Kebahagiaan dengan Kesuksesan
Pemerintah AS menilai kebijakan tersebut menghalangi akses korporasi Amerika ke pasar Meksiko yang bernilai miliaran dolar.
Ekonom Nilai Penundaan Tarif Dapat Stabilkan Pasar Sementara
Analis perdagangan internasional dari Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM), Profesor Miguel Lara, mengatakan penundaan tarif ini dapat memberi ruang bagi negosiasi lebih rasional.
“Kebijakan tarif agresif sering kali berdampak negatif pada rantai pasok lintas batas,” ujarnya.
Baca Juga: Nilai Kelapa Bisa Naik 1.000 Persen, Mentan Amran Tekankan Hilirisasi Petani Maluku Utara
Keputusan Trump mencerminkan pendekatan pragmatis jelang evaluasi hubungan dagang trilateral di bawah perjanjian USMCA (United States-Mexico-Canada Agreement).
Dampak Terhadap Ekspor Meksiko dan Pasar Regional
Data Kementerian Ekonomi Meksiko menunjukkan nilai ekspor ke AS pada semester pertama 2025 mencapai lebih dari USD 250 miliar, meningkat 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penundaan tarif dinilai akan membantu menjaga stabilitas arus perdagangan tersebut.
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut Investasi Sosial, Analis Soroti Kerugian Rp73,5 Triliun
Artikel Terkait
Sebelum Jadi Menteri, Nadiem Makarim Membentuk Grup WA Bahas Soal Arah Pendidikan
Riset 2024 Ungkap Sebanyak 3 dari 4 Siaran Pers Korporasi Diabaikan Redaksi Digital
Data Oxford Ungkap Hubungan Langsung Antara Kebahagiaan dengan Kesuksesan
Harga Kelapa Petani Hanya Rp3.000, Mentan Amran Sulaiman Siapkan Program 10.000 Hektare
Nilai Kelapa Bisa Naik 1.000 Persen, Mentan Amran Tekankan Hilirisasi Petani Maluku Utara
Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut Investasi Sosial, Analis Soroti Kerugian Rp73,5 Triliun
Jokowi Tegaskan Kereta Cepat Jakarta Bandung Bukan Cari Laba, PEPS Nilai Klaim Tak Konsisten
Kredit Rp 240 Triliun Dibuka untuk Kopdes Merah Putih, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Lokal
Pemerintah Siapkan Plafon Kredit Sebesar Rp 240 Triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih
Presiden Claudia Sheinbaum Umumkan Penundaan Tarif Ekspor, AS Beri Waktu Negosiasi Tambahan