nasional

Setelah 72 Jam Ultimatum, Syuriyah PBNU Resmi Copot Gus Yahya: Ini Dasar Keputusan dan Dampaknya

Kamis, 27 November 2025 | 20:00 WIB
Yahya Cholil Staquf, secara resmi dinyatakan tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Instagram.com @yahyacholilstaquf)

NEWS SUMMARY:

  • Syuriyah PBNU resmi memberhentikan Gus Yahya setelah kontroversi undangan akademikus pro-Israel dan temuan masalah tata kelola aset organisasi.
  • Risalah Syuriyah menilai tindakan Gus Yahya melanggar nilai organisasi dan membahayakan legitimasi serta keberlanjutan struktur PBNU.
  • Keputusan ini memicu perbedaan sikap antara Syuriyah dan Tanfidziyah, memunculkan krisis kepemimpinan dan tuntutan konsolidasi ulama.

24JAMNEWS.COM - Bisakah sebuah undangan acara memicu pertarungan visi dan memecah kesatuan organisasi tertua di Indonesia?

Undangan kepada Peter Berkowitz — akademikus asal AS dengan pandangan pro-Zionis — dalam acara internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dianggap sebagai tindakan inkonsisten dengan komitmen historis organisasi terhadap Palestina.

Insiden ini memantik reaksi keras dari jajaran tertinggi organisasi, terutama Syuriyah PBNU, yang menyebutnya sebagai pelanggaran nilai dasar Ahlussunnah wal Jamaah.

Baca Juga: Pertumbuhan Manufaktur 5,54 Persen: Pemerintah Siapkan 3 Kebijakan Besar Sektor Industri

Permintaan Maaf Tak Cukup Redakan Kontroversi

Gus Yahya mengakui kesalahan, menyebut undangan itu sebagai kekhilafan akibat kurang cermat dalam menyeleksi narasumber.

Meski demikian, Syuriyah menilai bahwa dampak reputasi dan potensi gesekan dengan basis Nahdliyin jauh lebih besar.

Sehingga meminta pengunduran diri atau pemberhentian.

Baca Juga: Angka dan Fakta Operasional Bandara IMIP: Tanpa Airnav, Tanpa Imigrasi, Tanpa Bea Cukai

Tuduhan Ganda: Aset, Keuangan, dan Otoritas Struktural

Selain aspek ideologi, Syuriyah juga menuding terdapat manajemen keuangan.

Dan aset PBNU yang bermasalah — pelanggaran terhadap hukum Islam, regulasi nasional, dan AD/ART NU.

Lebih lanjut, Gus Yahya dianggap telah melampaui kewenangannya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah ketika mengambil keputusan besar tanpa persetujuan Syuriyah.

Baca Juga: Angka dan Fakta Operasional Bandara IMIP: Tanpa Airnav, Tanpa Imigrasi, Tanpa Bea Cukai

Krisis Kepemimpinan Memunculkan Pecah Suara Internal

Keputusan Syuriyah untuk memecat Gus Yahya memunculkan perpecahan nyata.

Halaman:

Tags

Terkini