Sebagai kampung adat yang memutuskan mempertahankan material rumah tradisional (ijuk, bilik bambu).
Dan menghindari kaca serta listrik dalam skala besar, kampung ini menawarkan pengalaman “kembali ke alam”.
Baca Juga: Sri Mulyani Rancang, Purbaya Tunda: Pajak Marketplace Baru Jalan Saat Ekonomi 6 Persen
Namun tantangan tetap ada: bagaimana menjaga keaslian tanpa menutup diri terhadap kesempatan pengembangan ekonomi yang tepat.
Kesimpulan: Warisan Hidup Yang Harus Dijaga
Kampung Dukuh di Desa Ciroyom adalah contoh langka dari komunitas adat yang masih hidup dengan penuh kesadaran terhadap tradisi, alam, dan leluhur.
Dengan pengakuan resmi sebagai WBTb, perhatian dan tanggung jawab semakin besar untuk memastikan warisan ini tidak hanya dipertontonkan tapi benar-benar dilestarikan.****
Artikel Terkait
Momen Hangat: Wapres Gibran. Rakabuming Hadir di Ulang Tahun Prabowo ke-74
Sri Mulyani Rancang, Purbaya Tunda: Pajak Marketplace Baru Jalan Saat Ekonomi 6 Persen
Persatuan Bangsa Indonesia Dimulai dari 3 Isi Sumpah Pemuda, Ini Sejarahnya
Fakta 1928 Kongres Pemuda II: Debut Perdana Lagu Indonesia Raya WR Supratman
Mantan Presiden Soeharto dan Gus Dur Masuk Daftar 40 Calon Pahlawan Nasional 2025
Pemerintah Bongkar Tambang Ilegal 116,90 Ha Milik Kiki Barki di Kaltim, BPKP Tegaskan Transparansi
Fakta Unik Desa Sembungan Dirng, Desa Tertinggi yang Hidup di Atas Awan Jawa Tengah
Presiden Prabowo Subianto Minta Tindak Tegas Kasus Fatty Matter yang Rugikan Keuangan Negara
Press Release Dini Kurangi 60 Persen Risiko Krisis Reputasi, Ini Kata PRC Indonesia
Sengketa 16,4 Hektare Makassar: Jusuf Kalla Tuding Lippo Group Rekayasa Kepemilikan Tanah