NEWS SUMMARY:
- Mahfud MD sebut semua mantan presiden tak perlu diteliti ulang
- Aspek sosial dan politik tetap jadi pertimbangan penting
- Kementerian Sosial usulkan 40 tokoh calon Pahlawan Nasional
24JAMNEWS.COM - Apakah mantan Presiden Soeharto layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional meski masa pemerintahannya kerap menuai kontroversi?
Pertanyaan ini kembali mencuat setelah pemerintah menerima daftar 40 tokoh calon penerima gelar tahun ini.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, secara yuridis memenuhi syarat untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa 70 Persen Press Release Korporasi Gagal Tembus Media Online
“Kalau secara yuridis formal kan memenuhi syarat,” ujar Mahfud kepada wartawan di Kompleks Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-Alun Selatan, Kota Yogyakarta, Minggu, 26 Oktober 2025.
Mahfud menjelaskan bahwa posisi sebagai kepala negara secara hukum sudah menjadi bukti pemenuhan kriteria kepahlawanan.
Ia menilai tidak seharusnya mantan presiden melewati proses penelitian ulang untuk memperoleh gelar tersebut.
Baca Juga: 3 Fakta Baru Grup WhatsApp Nadiem Makarim yang Tidak Bahas Terkait Proyek Chromebook
Semua Mantan Presiden Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional
Mahfud yang juga pakar hukum tata negara itu mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengusulkan agar seluruh mantan presiden otomatis layak menjadi Pahlawan Nasional.
“Saya pernah usul dulu, semua mantan presiden enggak usah lagi pakai persyaratan untuk diteliti ulang dan sebagainya,” kata Mahfud.
Menurut dia, menjadi presiden sudah menunjukkan dedikasi dan pengabdian yang besar terhadap negara.
Baca Juga: Laba BTN Tumbuh Sebesar 10,57 Persen, Ekuitas Naik hingga Sentuh Rp34,68 Triliun
Namun, Mahfud menegaskan penilaian publik tetap menjadi faktor penting dalam proses penetapan.
Artikel Terkait
Evelina Pietruschka Buron Rp12,7 Triliun Diduga Hidup Mewah di Kawasan Mewah Beverly Hills AS
Laba BTN Tumbuh Sebesar 10,57 Persen, Ekuitas Naik hingga Sentuh Rp34,68 Triliun
Restrukturisasi Jadi Jalan Tengah Atasi Utang Rp6,9 Triliun Proyek Kereta Cepat Whoosh
Donald Trump dan Xi Jinping Siapkan Pertemuan 30 Oktober, Pasar Global Bergerak Naik
BPOM dan BPJPH Diminta Audit Aqua, Koalisi Kebenaran Soroti Dugaan Ganti Bahan Baku
Sebanyak 4.700 Izin Air Tanah Terbit, Kementerian ESDM Evaluasi Sumber Air AMDK Nasional
Dari Akuifer Hingga Mata Air, Mengurai Asal Usul Air Minum yang Ada dalam Kemasan
3 Fakta Baru Grup WhatsApp Nadiem Makarim yang Tidak Bahas Terkait Proyek Chromebook
5 Alasan Mengapa 70 Persen Press Release Korporasi Gagal Tembus Media Online
40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat