Fitch menilai, dukungan pemerintah daerah dan potensi intervensi pemerintah pusat berperan besar menjaga stabilitas keuangan korporasi tersebut.
Baca Juga: Sebanyak 28 BUMN Kolaborasi Wujudkan Program Olah Sampah Berkelanjutan di Likupang
Selain itu, inisiatif BJB memperluas kepemilikan saham di sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain.
Melalui pembentukan kelompok usaha bank (KUB) dinilai memperkuat signifikansi sistemik BJB di industri perbankan nasional.
Kinerja Kredit dan Risiko Dapat Dikendalikan
Meski mencatat kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,6 persen per Juni 2025, dari rata-rata empat tahun terakhir sebesar 1,7 persen, Fitch menilai risiko tersebut masih terkendali.
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Surabaya: Pemerintah Hitung Ulang di Tengah Utang Rp116 Triliun
Kenaikan NPL terutama berasal dari segmen korporasi dan komersial, namun eksposur besar terhadap kredit gaji dengan sistem pemotongan langsung dari rekening pegawai membuat potensi kerugian tetap terbatas.
Fitch juga memperkirakan margin bunga bersih (NIM) BJB akan membaik seiring penurunan suku bunga acuan domestik, yang memberi ruang pemulihan profitabilitas pada paruh akhir 2025.
Permodalan Memadai Namun Perlu Diperkuat
Dari sisi permodalan, Fitch menilai Bank BJB masih memiliki buffer yang memadai, dengan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 14 persen per Juni 2025, meski masih di bawah rata-rata industri sebesar 21 persen.
Baca Juga: Korupsi Ekspor CPO Rugikan Negara Rp17 Triliun, Ini Tindak Lanjut Kejaksaan Agung
Fitch menegaskan, penurunan peringkat dapat terjadi bila kualitas aset memburuk secara signifikan tanpa peningkatan pencadangan atau dukungan modal tambahan.
Sebaliknya, kenaikan peringkat berpotensi dipertimbangkan bila dukungan pemerintah meningkat atau profil bisnis dan profitabilitas BJB menguat secara berkelanjutan.
Prospek Stabil di Tengah Tantangan Industri Perbankan
Artikel Terkait
19 Saksi dan CCTV Rusak, Ini Hasil Terbaru Kasus Timothy Anugerah Universitas Udayana
Jutaan Pengguna Terdampak Gangguan AWS, Puluhan Platform Global Alami Error Serentak
Guo Jiakun: Tiongkok dan Indonesia Tetap Komit Dukung Operasional Kereta Cepat Whoosh
Badan Pangan Nasional dan Polri Awasi Sebanyak 59 Daerah, Harga Beras Masih Belum Stabil
Badan Pangan Nasional Bentuk Satgas Baru, Harga Beras Masih Naik di 59 Wilayah Indonesia
Elnusa Luncurkan Program PERTASTREAM, Teknologi Ultrasonik Buatan Anak Bangsa
Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Surabaya: Pemerintah Hitung Ulang di Tengah Utang Rp116 Triliun
Korupsi Ekspor CPO Rugikan Negara Rp17 Triliun, Ini Tindak Lanjut Kejaksaan Agung
Sebanyak 28 BUMN Kolaborasi Wujudkan Program Olah Sampah Berkelanjutan di Likupang
Bank BJB Catat NPL 2,6% per Juni 2025, Fitch Ratings Tetap Beri Peringkat AA- Stabil