NEWS SUMMARY
- Pemerintah percepat modernisasi pertanian menuju era 5.0 melalui kolaborasi lintas sektor dan penerapan teknologi kecerdasan buatan.
- Wamentan Sudaryono sederhanakan 145 aturan pupuk bersubsidi lewat Perpres baru, distribusi kini langsung ke petani dan turun harga 20 persen.
- Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang pasar besar bagi subsektor telur, ayam, susu, dan daging lokal.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana jika kecerdasan buatan justru menjadi sahabat petani, bukan ancaman?
Inilah keyakinan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang kini mengajak seluruh pemangku kepentingan menapaki era baru: pertanian 5.0 yang cerdas dan inklusif.
Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah berperan sebagai bagian dari solusi bagi seluruh pelaku industri pertanian, bukan menjadi penghambat inovasi.
Baca Juga: Dari Banyumas Hingga Garut, Astra Wujudkan Ribuan Rumah Layak Huni Gratis
Menurut Sudaryono, kolaborasi antara pemerintah, peneliti, asosiasi, dan pelaku usaha sangat penting untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional.
“Pemerintah harus menjadi solusi. Kita tidak ingin menjadi bagian dari masalah,” ujar Sudaryono saat membuka Indogritech Expo (IGT) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (6/11/2025).
Transformasi Menuju Pertanian 5.0 Yang Efisien Dan Presisi
Dalam pidatonya, Sudaryono menegaskan bahwa pertanian Indonesia kini tengah bertransformasi dari mekanisasi konvensional menuju sistem pertanian cerdas 5.0 yang berbasis efisiensi dan presisi tinggi.
Baca Juga: Bank BJB Batalkan 3 Pengurus Usai Surat OJK, RUPSLB Digelar 1 Desember 2025
Ia menilai perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi katalis untuk meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan peran manusia.
“Artificial Intelligence tidak akan menggantikan manusia, tetapi membantu memperlancar dan mengambil sebagian pekerjaan manusia,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi yang tidak membawa manfaat bagi manusia akan ditinggalkan karena tujuan utama inovasi adalah membantu dan menyejahterakan petani.
Baca Juga: Naik 2,83 Persen, IHSG Berhasil Menyentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Efek
Mekanisasi Plus-Plus Jadi Arah Modernisasi Pertanian Nasional
Sudaryono menjelaskan bahwa transformasi menuju pertanian cerdas merupakan kelanjutan dari proses panjang mekanisasi di Indonesia yang telah berkembang dari sistem manual menjadi mekanisasi modern.
Artikel Terkait
BNPB Catat 3 Wilayah Rawan, Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Awal November 2025
Harga Saham RAFI Naik Turun 20 Persen, Manajemen Sebut Murni Merupakan Mekanisme Pasar
32 Tahun Membangun: Data Pertumbuhan dan Swasembada Indonesia di Era Soeharto
Dividen 4,4 Persen! AMOR Bagi Separuh Laba Bersih Kuartal III Tahun 2025
Meski Laba Alami Peningkatan, ADRO Kehilangan Hingga 15.184 Investor di Oktober 2025
Naik 2,83 Persen, IHSG Berhasil Menyentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Efek
9 Tokoh Termasuk Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo
BRI Gelar RUPSLB 17 Desember Tahun 2025, Investor Tunggu Arah Baru Korporasi
Bank BJB Batalkan 3 Pengurus Usai Surat OJK, RUPSLB Digelar 1 Desember 2025
Dari Banyumas Hingga Garut, Astra Wujudkan Ribuan Rumah Layak Huni Gratis