Sjafrie menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional bandara di kawasan industri strategis.
Ia memastikan laporan resmi terkait temuan ini akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Penguatan Diplomasi: Mengapa RI Tambah Wakil Dubes di Beijing di Tengah Lonjakan Investasi Tiongkok
Isu Strategis Infrastruktur Industri Dalam Pengawasan Pemerintah
Bandara IMIP diketahui melayani mobilitas pekerja dan logistik industri berbasis nikel yang berkembang pesat di Morowali.
Pertumbuhan kawasan tersebut menimbulkan kebutuhan pengawasan yang tinggi terhadap arus barang, pekerja asing, dan operasional keseluruhan.
Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan akan meninjau ulang standar operasional bandara swasta yang berada dalam kawasan industri nasional.
Baca Juga: Wacana Redenominasi: 10 Tahun Mandek, Ekonom Sebut Tidak Ada Urgensi Kebijakan Mata Uang Baru
Pemerintah juga menegaskan pentingnya konsistensi regulasi dalam seluruh aktivitas penerbangan, termasuk fasilitas transportasi udara nonkomersial.
Regulasi terkait bandara privat mewajibkan koordinasi lintas kementerian dan keterlibatan langsung unsur pengawasan negara.
Pandangan Mengenai Pentingnya Fungsi Imigrasi dan Bea Cukai
Absennya Imigrasi dan Bea Cukai di bandara privat berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional.
Baca Juga: Dana Pemda Rp203 Triliun Mengendap, Prabowo Minta Penjelasan soal Serapan Anggaran 2025
Arus pekerja asing di kawasan industri harus berada dalam pengawasan langsung Kementerian Hukum dan HAM.
Sementara itu, fungsi Bea Cukai wajib hadir untuk memastikan kepatuhan rantai logistik industri.
Kawasan industri bernilai puluhan miliar dolar tidak boleh dibiarkan beroperasi tanpa pengawasan aparat negara.
Baca Juga: Mahfud MD Paparkan 30 Tahun Kemerosotan Demokrasi Disertai Lonjakan Korupsi dari Miliar ke Triliunan
Artikel Terkait
Ancaman Industri Garmen: Ekonom Beberkan Dampak Dumping Pakaian Bekas di Indonesia
Mengapa Dana Rp203 Triliun Masih Parkir di Bank? Presiden Prabowo Minta Jawaban Pemda
Soal Redenominasi: Ekonom Ingatkan Dampak ke Daya Beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Hubungan Ekonomi Naik 30 Persen: Pemerintah Tambah Wakil Dubes RI di Beijing untuk Percepat Diplomasi
Produksi 34,7 Juta Ton: Mengapa Beras Ilegal Tetap Masuk dan Mengancam Stabilitas Petani?
Data Resmi 2025: Stok Rekor Nasional Tak Hentikan Upaya Masuknya 40,4 Ton Beras Ilegal
Ancaman Psikologis Petani: Efek Masuknya 40,4 Ton Beras Ilegal di Tengah Lonjakan Produksi
Insiden Smelter Gresik, Tambang GBC, Ekspor Freeport Turun Bikin Ekonomi Papua Tengah Merosot
Minus 8 Persen: Kontraksi Ekonomi Papua Tengah Setelah Ekspor Freeport Indonesia Tersendat
Operasi Amankan 12 Pelaku PETI di Tanjung Puting Setelah Temuan Orangutan Tewas di Camp Leakey