NEWS SUMMARY:
- INDEF menyoroti perlunya arah ekonomi berkeadilan berbasis data untuk menjawab ketimpangan dan stagnasi daya beli masyarakat.
- Pemerintah dinilai perlu memperkuat implementasi strategi pemberdayaan, terutama UMKM, pariwisata, dan reformasi regulasi daerah.
- Ekonom mengingatkan ketimpangan aset dan pendapatan masih tinggi, sehingga pertumbuhan tanpa pemerataan berisiko memperlebar jurang sosial.
24JAMNEWS.COM - Apakah benar janji pembangunan merakyat akan diwujudkan lewat data tunggal?
Diskusi panel INDEF “Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026” mengusung gagasan bahwa ekonomi konstitusi harus dibangun dari dasar data yang akurat, bukan sekadar retorika pembangunan.
Mantan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat bukanlah proyek tambahan atau semata bentuk CSR.
Baca Juga: Transparansi 3 Audit Tambang: Sherly Tegaskan Tak Ada Konflik Kepentingan dari Saham Warisan
Ia menyerukan agar peran negara diwujudkan sebagai mandat konstitusional.
Prinsip ekonomi kerakyatan menurutnya harus berakar pada Pasal 33 UUD 1945, yang menyatakan bahwa cabang produksi penting dan sumber daya strategis dikuasai negara demi kesejahteraan rakyat.
Data Tunggal Menjadi Penentu Strategi Kebijakan
Dalam tiga bulan pertama kepemimpinannya, Kementerian Pemberdayaan Masyarakat berhasil membangun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Pencekalan Kasus Pajak Selama 6 Bulan, Termasuk Dirut Djarum: Ini Implikasi Kasus Pajak 2016–2020
Muhaimin menilai bahwa DTSEN menjadi “game changer” untuk mengurai kemacetan struktural pembangunan dan menyasar intervensi tepat sasaran.
Data ini memungkinkan pemerintah mengetahui siapa yang hampir jatuh miskin, siapa yang butuh pelatihan, dan siapa yang bisa diberdayakan secara mandiri.
Ekosistem UMKM Hingga “Pasar 1001 Malam”
Salah satu strategi pemberdayaan yang diungkap adalah pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Pemantauan PT Vale Perkuat Upaya Mitigasi pada Tahap Konstruksi Proyek Pomalaa
Muhaimin menyebut rencana pasar “1001 Malam” sebagai laboratorium ekosistem terpadu: menggunakan aset tidur pemerintah.
Artikel Terkait
17 Tahun Pernikahan Berakhir, Sidang Mediasi Cerai Marissa Anita dan Andrew Trigg Dimulai Hari Ini
BABY Ambil Alih Emway, Perbesar Pasar Bayi-Anak dan Mainan dengan Jaringan Distribusi 40.000 Lokasi
Penurunan Bitcoin ke 89.000 Dolar AS Terjadi Saat ETF Kehilangan 170.000 BTC, Bagaimana Prospek Pemulihan?
Aksi Damai dan 20 Tahun Degradasi Lingkungan: JATAM Rilis Temuan Krisis Nikel Maluku Utara
Kepemilikan Boy Thohir di TRIM Tembus 34,64 Persen Setelah Pembelian 3,14 Juta Saham
Pertanyaan Publik Menggantung Usai Wafatnya Dirut Yusuf Saadudin Tanpa Penjelasan Kronologi Resmi
Sejumlah Poin Tekanan Publik pada Korporasi Setelah Kejadian yang Menimpa Dirut Yusuf Saadudin
Kecelakaan Bus di Kampong Thom Tewaskan 13 Orang: Data Awal Ungkap Dugaan Sopir Mengantuk
Lima Tokoh Dicekal Termasuk Dirut Djarum: Data Terbaru Penyidikan Dugaan Korupsi Pajak Eks Dirjen Pajak
Audit BPK RI, Pemeriksaan Independen, dan Penjelasan Sherly Soal Isu Saham Tambang Warisan