NEWS SUMMARY:
- Menkeu Purbaya membeberkan kisah lima tahun bekerja sebagai insinyur lapangan sebelum beralih ke ekonomi.
- Purbaya mengaku pernah tidak tidur lima hari lima malam karena tekanan pekerjaan migas.
- Kini menjabat Menkeu, kinerjanya disebut paling baik menurut survei IPO Oktober 2025.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana mungkin seorang insinyur lapangan yang pernah tidak tidur lima hari lima malam justru berakhir sebagai Menteri Keuangan dengan kinerja terbaik di kabinet?
Pertanyaan itu mencuat ketika Purbaya Yudhi Sadewa membuka kisah hidupnya yang jarang diketahui publik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan masa lalunya sebagai insinyur teknik lapangan di Schlumberger Overseas pada periode 1989 hingga 1994.
Baca Juga: 3 Hari Pascabencana, DPR Soroti Truk Pembawa Kayu Besar dan Desak Menteri Kehutanan Bertindak
Purbaya mengatakan pekerjaannya di bidang minyak dan gas sangat menuntut ketelitian dan stamina tinggi.
Ia menjelaskan pernah mengalami kondisi ekstrem hingga tidak tidur selama lima hari lima malam karena beban pekerjaan.
Ia menambahkan rutinitas begadang ini menjadi bagian dari risiko pekerjaan lapangan yang harus dijalani dengan cermat.
Baca Juga: Data Badan Geologi: Curah Hujan Ekstrem Jadi Faktor Dominan Bencana Hidrometeorologi Pekan Ini
Ia menuturkan pengalaman tersebut akhirnya membuat dirinya merasa jenuh dan memutuskan keluar dari pekerjaan.
Alasan Purbaya Meninggalkan Gaji Besar dan Mengejar Ilmu Ekonomi
Purbaya mengungkapkan keputusan meninggalkan pekerjaan terjadi setelah ia merasa kelelahan secara fisik dan mental akibat tekanan lapangan.
Ia menyebut meski bergaji besar, kondisi kerja yang berat membuatnya ingin mencari arah baru dalam hidupnya.
Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Akar Ketegangan dari Proyek dan Perizinan Tambang yang Menjadi Isu Internal
Ia menjelaskan pilihan akhirnya jatuh pada bidang ekonomi karena merasa tertantang mempelajarinya.
Artikel Terkait
Menteri Investasi Rosan Roeslani Jelaskan 3 Alasan Investor Tetap Optimistis di Kawasan IMIP
Isu Tambang Dinilai Jadi Pemicu Konflik PBNU, Mahfud MD Jelaskan Pergeseran Karakter Organisasi
BMKG Ungkap 2 Fenomena Atmosfer Pemicu Hujan Sangat Lebat yang Sebabkan Banjir di Sumatera
183 Personel dan Puluhan Ton Logistik Diangkut Kapal Wisanggeni 8005, Polri Perkuat Penanganan Banjir
Dukungan Maksimal: Helikopter, Hercules, dan 40 Ton Logistik Gerakkan Penanganan Banjir Aceh
Jalan Palembayan Bisa Dilalui, Tim Gabungan Salurkan Bantuan ke Wilayah yang Sebelumnya Terputus
23 Korban Tewas di Taput: Bantuan TNI–Polri dan Perangkat Starlink Bantu Pulihkan Akses Jalan serta Komunikasi
BBM di Aceh: Pengiriman Udara 2.000 Liter dan Skema Clustering SPBU Jadi Andalan Pertamina
Tragedi Palembayan: 60 Warga Belum Ditemukan, Upaya SAR Temukan 3 Anak Suherman di Lokasi Berbeda
DPR Tampilkan Video 1,5 Meter Kayu Besar Pascabencana, Titiek Soeharto Minta Penegakan Hukum Tegas