NEWS SUMMARY:
- SMAN 72 Jakarta masih menerapkan PJJ setelah insiden ledakan yang menimbulkan trauma pada sejumlah siswa.
- Sekolah menunggu asesmen psikologis dan izin orang tua sebelum membuka opsi pembelajaran hybrid.
- Polisi siap memeriksa terduga pelaku setelah kondisi kesehatannya membaik dan memastikan pendampingan KPAI.
24JAMNEWS.COM - Apakah anak-anak SMAN 72 Jakarta sudah benar-benar merasa aman kembali setelah insiden mengerikan itu?
Sebuah pertanyaan yang kini menghantui dunia pendidikan dan orang tua sejak ledakan di masjid sekolah pada 7 November 2025.
Sejumlah siswa SMAN 72 Jakarta masih menunjukkan gejala trauma psikis pasca-ledakan, menurut Kepala Sekolah Tetty Helena Tampubolon.
Baca Juga: Mengintip Kehidupan di Desa Sembungan Dieng, Desa Tertinggi dengan Suhu 0 Derajat
Ia mengungkap bahwa proses asesmen mental terus berjalan dengan melibatkan psikolog Angkatan Laut, Dinas PPAP, Kemensos, Dinas Kesehatan, HIMSI, dan Dikdasmen.
Menurut Tetty, beberapa siswa telah menyatakan kerinduan pada kegiatan sekolah luring, tetapi belum ada hasil asesmen resmi yang menyatakan mereka siap kembali tatap muka.
Pembelajaran Jarak Jauh Dipertahankan Sebagai Prioritas Keselamatan
Tetty memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 masih dilaksanakan secara daring (PJJ).
Baca Juga: Produksi Benih Kelapa Selayar Capai 1,7 Juta Per Tahun, Penanaman Ditargetkan Sejuta Pohon
Ia menyebut izin orang tua sangat krusial jika kelak akan beralih ke pembelajaran hybrid maupun kehadiran penuh di sekolah.
Kekhawatiran orang tua terhadap keamanan anak-anak menjadi faktor penting dalam keputusan ini.
“Masih kita pantau … dan kita pastikan orang tuanya menyetujui,” ujar Tetty.
Baca Juga: Inflasi 3 Persen dan Shutdown 43 Hari Tekan Harga Bitcoin ke Bawah 100.000 Dolar AS
Kehadiran Negara dalam Proses Pemulihan
Pemerintah melalui Kementerian HAM menyatakan komitmen untuk hadir dalam pemulihan korban dan memastikan rasa aman di lingkungan sekolah.
Artikel Terkait
Data Lapangan WALHI: Banjir Lumpur Meluas, Air Sungai Berubah Merah, Sawah Warga Rusak Berat
Nova Arianto Dipromosikan Setelah Indonesia Catat Kemenangan Pertama Sepanjang Sejarah U-17
Insiden Keracunan MBG Melonjak, Pemerintah Daerah Diminta Percepat SLHS dan HACCP
Cikawali: Sumber Air Berusia Ratusan Tahun yang Jadi Kunci Wisata Budaya Ciamis
8 Alat Berat dan K9 Diterjunkan untuk Percepat Pencarian Korban Longsor Majenang
Produksi Benih Kelapa Selayar Capai 1,7 Juta Per Tahun, Penanaman Ditargetkan Sejuta Pohon
Bitcoin Jatuh ke 96.000 Dolar AS Usai Shutdown Amerika Serikat Berakhir, Apa Pemicunya?
Inflasi 3 Persen dan Shutdown 43 Hari Tekan Harga Bitcoin ke Bawah 100.000 Dolar AS
Mengintip Kehidupan di Desa Sembungan Dieng, Desa Tertinggi dengan Suhu 0 Derajat
Ini 5 Pertimbangan Sekolah dan Polisi Terkait PJJ dan Pemeriksaan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta