NEWS SUMMARY :
- CBA menyoroti anggaran penataan Jalan HR Rasuna Said TA 2026 yang mencapai Rp113,8 miliar dan dinilai lebih besar dari pernyataan resmi.
- Pembongkaran 98 tiang monorel disebut berpotensi menelan biaya mendekati Rp100 miliar, atau sekitar Rp1 miliar per tiang.
- CBA menilai mekanisme e-katalog dalam proyek tersebut rawan celah penyimpangan dan perlu pengawasan ketat.
24JAMNEWS.COM - Apakah anggaran penataan Jalan HR Rasuna Said benar-benar hanya untuk perbaikan jalan, atau terdapat komponen pembongkaran tiang monorel yang nilainya membengkak?
Mengapa perbedaan data anggaran antara pernyataan pejabat dan temuan lembaga pemantau fiskal memunculkan pertanyaan serius soal transparansi proyek infrastruktur?
Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti besarnya anggaran penataan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang mencapai Rp113,8 miliar dan dinilai berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola.
Baca Juga: Anggaran HR Rasuna Said Rp113,8 Miliar Disorot CBA, Pembongkaran 98 Tiang Monorel Dinilai Tak Wajar
Sorotan ini muncul setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa angka Rp100 miliar bukan khusus untuk pembongkaran tiang monorel.
Namun, CBA menyebut data anggaran resmi justru menunjukkan nilai proyek lebih besar dari yang disampaikan ke publik.
Anggaran Penataan Jalan HR Rasuna Said Capai Rp113,8 Miliar
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyebut total anggaran proyek mencapai Rp113.844.461.168.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Reformasi BUMN: Direksi Tak Kompeten Diminta Mundur demi Tata Kelola Bersih
Angka tersebut tercantum dalam program Penataan Jalan dan Kelengkapannya Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026.
Menurut Uchok, proyek itu mencakup pembongkaran tiang monorel, perbaikan badan jalan, serta kelengkapan infrastruktur pendukung lainnya.
“Berdasarkan dokumen anggaran resmi, nilainya bukan Rp100 miliar, tetapi Rp113,8 miliar,” ujar Uchok Sky Khadafi, Senin (12/1/2026).
Ia menilai perbedaan data ini penting dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi publik.
Baca Juga: Dari Rp75 Miliar ke Rp15,7 Miliar: KPK Ungkap Modus Pengurangan PBB di KPP Madya Jakarta Utara
Artikel Terkait
Unilever Indonesia Lepas SariWangi Rp1,5 Triliun ke Grup Jarum, Kontribusi Laba Hanya 3,1 Persen
Jutaan Hektare Ditertibkan, Presiden Prabowo Kirim Sinyal Keras: Untik Tegakan Hukum Tanpa Intervensi
Polemik Stand Up Comedy Mens Rea: Laporan Polisi, Dukungan Publik, dan Data Media Sosial
Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Mengapa Pengangguran Tertinggi di ASEAN? Ini Penjelasan Strukturalnya
CBA Minta Kejati Jabar Usut Pengadaan PC Rp1,6 Miliar di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung
Kapasitas Naik 100.000 Barel per Hari, Kilang Balikpapan Kunci Zero Impor Solar Indonesia Mulai 2026
Prabowo Tegaskan Reformasi BUMN: Direksi Tak Kompeten Diminta Mundur demi Tata Kelola Bersih
Forbes Januari 2026: Dominasi Energi Bertahan, Manufaktur Naik Peringkat Menuju ke Enam Besar
Dari Rp75 Miliar ke Rp15,7 Miliar: KPK Ungkap Modus Pengurangan PBB di KPP Madya Jakarta Utara
Anggaran HR Rasuna Said Rp113,8 Miliar Disorot CBA, Pembongkaran 98 Tiang Monorel Dinilai Tak Wajar