NEWS SUMMARY:
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa puncaki survei dengan 826 poin, lampaui menteri lain.
- Fenomena “Purbaya Effect” dinilai bukti meningkatnya kepercayaan publik ke ekonomi.
- Purbaya tetap fokus pada keuangan negara, bukan ambisi politik.
24JAMNEWS.COM - Apakah popularitas seorang teknokrat bisa menandingi pesona politisi?
Fenomena “Purbaya Effect” kini menjadi perbincangan publik setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai menjadi figur paling populer di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan usai survei Great Institute menempatkannya sebagai sosok paling populer di antara para menteri Presiden Prabowo.
Baca Juga: Pendapatan HIS Tetap Tumbuh Sebesar 13,48 Persen, Efisiensi Armada Jadi Kunci
Direktur Eksekutif Great Institute, Sudarto, menyebut fenomena itu sebagai “Purbaya Effect”, menggambarkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan.
“Yang agak mengejutkan Purbaya Effect, di survei kelihatan ada pengangkatan Purbaya,” ujar Sudarto kepada awak media di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Sudarto menjelaskan bahwa penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan merupakan langkah Presiden Prabowo yang paling mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Baca Juga: Kuartal III Tahun 2025, Laba Bersih Astra International Melemah Menjadi Rp24,67 Triliun
Survei Ungkap Popularitas Purbaya Unggul Jauh dari Menteri Lain
Survei Great Institute dilakukan dengan metode terbuka, di mana responden diminta menyebut tiga nama menteri yang dianggap paling berprestasi.
“Publik diminta memberikan tiga nama, nama pertama mendapatkan tiga poin, nama kedua dua poin, dan nama ketiga satu poin."
"Nomor satu Purbaya Yudhi Sadewa 826 poin, skornya paling tinggi jauh di atas menteri-menteri lainnya,” jelas Sudarto.
Baca Juga: Pemerintah Jaga Defisit Fiskal di Bawah 3 Persen Demi Jaga Stabilitas Ekonomi 2025
Kebijakan di sektor ekonomi, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel).
Serta pemulihan ekonomi rumah tangga, disebut menjadi penopang utama kepuasan publik terhadap pemerintahan.
Artikel Terkait
Kinerja Pertamina NRE Triwulan III Tahun 2025 Berhasil Lampaui Target Operasional dan Finansial
BSDE Ronyok: Laba Hanya Mençapai Rp1,36 Triliun, Pendapatan di Bawah Rp 9 Triliun
HIS Catat Laba Hingga Rp34,52 Miliar Kuartal III 2025 di Tengah Tekanan Global
Pendapatan HIS Tetap Tumbuh Sebesar 13,48 Persen, Efisiensi Armada Jadi Kunci
Pendapatan Astra Capai Hingga Rp243,6 Triliun, Laba Bersih Turun Sebesar 6 Persen di 2025
Kuartal III Tahun 2025, Laba Bersih Astra International Melemah Menjadi Rp24,67 Triliun
Pemerintah Jaga Defisit Fiskal di Bawah 3 Persen Demi Jaga Stabilitas Ekonomi 2025
ICOR 5,79 Jadi Tantangan, INDEF Tekankan Inovasi dan Kemandirian Ekonomi Nasional
Laba Bersih PANI Melonjak Sebesar 62,62 Persen, Capai Rp791,3 Miliar di Tahun 2025
PANI Catatkan Pendapatan Hingga Rp3,1 Triliun dan Laba Rp791 Miliar Sepanjang 2025