Kawasan Batang Toru Dinilai Kehilangan Fungsi Hidrologis Alami
Ekosistem Batang Toru dikenal sebagai habitat kunci satwa endemik dan penyangga hidrologis yang menahan limpasan air dari lereng curam Tapanuli.
Sejumlah ahli lingkungan menyebut hilangnya hutan primer dapat mengurangi kapasitas serapan air tanah, yang menciptakan limpasan permukaan lebih besar ke daerah permukiman.
Data Badan Meteorologi menunjukkan intensitas hujan tinggi memicu kenaikan debit sungai, tetapi kondisi itu diperburuk oleh kawasan yang kehilangan vegetasi pelindung.
Baca Juga: Tensi PBNU Meningkat: Ini Alasan Syuriyah Ajukan Desakan Mundur dan Respons Resmi Gus Yahya
Pemerintah Diminta Melakukan Audit Lingkungan Terpadu
Direktur WALHI Sumut, melalui keterangan resmi, meminta pemerintah melakukan audit lingkungan terpadu terhadap seluruh aktivitas korporasi di kawasan Batang Toru.
WALHI Sumut menyebut audit diperlukan untuk memastikan kepatuhan AMDAL serta menilai dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan fungsi ekologis Harangan Tapanuli.
Audit independen dapat memberi gambaran objektif mengenai perubahan bentang alam dan risiko bencana di masa depan.
Baca Juga: Target Pajak Baru Tercapai 70 Persen, Pernyataan Purbaya Soal Pajak DPR Picu Perdebatan Komisi XI
Tekankan Pentingnya Pemulihan Lingkungan dan Ekosistem
Restorasi vegetasi adalah langkah penting untuk mengembalikan fungsi penyangga alami kawasan Batang Toru.
Pemulihan lahan pada lereng curam harus diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan stabilitas tanah dan kapasitas serapan air kawasan.
Miitigasi dapat dilakukan melalui penguatan struktur tanah serta penghentian aktivitas yang berpotensi memperluas area terbuka di zona sensitif.****
Artikel Terkait
Jabatan Gus Yahya Dicabut pada 26 November: Data Kunci Transisi Kepemimpinan PBNU
Syuriyah PBNU Putuskan Pemberhentian Gus Yahya pada 00.45 WIB: Ini Dampak Organisasi
ETF Hingga Indeks Baru: 6 Kriteria Saham Incaran Danantara Dorong Modernisasi BEI 2025
Alasan Jokowi Bantah Peresmian Bandara IMIP dan Beri Penegasan Bandara yang Ia Resmikan
Fakta Penting Klarifikasi Jokowi Mengenai Isu Peresmian Bandara Khusus IMIP di Morowali
Data Penting Polemik Bandara IMIP: Dari Rapat Kabinet Hingga Statusnya Menjadi Internasional
20 Kg Emas Ilegal Per Hari dari Merangin: Ancaman TNKS dan Konflik Penegakan Hukum
Wilayah Operasi Penelusuran Kayu Banjir Sumatera Ungkap Modus Baru Penyalahgunaan Skema PHAT
Danantara Kaji Penawaran 35 Persen Saham Lotte Chemical dalam Proyek 4 Miliar Dolar AS
BNPB Ungkap Pelanggaran Tata Ruang di Jabodetabekpunjur, BMKG Warning Cuaca 3 Kali Sebelum Banjir