• Sabtu, 18 April 2026

Menuju Pertanian 5.0: Wamentan Sudaryono Terapkan Teknologi AI Untuk Produktivitas Nasional

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Rabu, 12 November 2025 | 03:00 WIB
Wamentan Sudaryono membuka Indogritech Expo 2025 di ICE BSD City, menandai babak baru pertanian 5.0 Indonesia.  (Dok. Kementan)
Wamentan Sudaryono membuka Indogritech Expo 2025 di ICE BSD City, menandai babak baru pertanian 5.0 Indonesia. (Dok. Kementan)

“Dari yang tadinya manual sekali, kemudian mekanisasi sedikit. Lama-lama ini bukan lagi mekanisasi, tapi betul-betul mekanisasi plus-plus,” ungkapnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa arah pembangunan pertanian tidak hanya berhenti pada penggunaan mesin, tetapi juga pada integrasi teknologi digital, data, dan AI dalam seluruh rantai produksi pangan.

Baca Juga: BRI Gelar RUPSLB 17 Desember Tahun 2025, Investor Tunggu Arah Baru Korporasi

Kebijakan Baru untuk Efisiensi Pupuk Subsidi dan Produksi Pangan

Selain menyoroti aspek teknologi, Sudaryono juga menekankan pentingnya efisiensi kebijakan pupuk bersubsidi agar lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat 145 aturan dan melibatkan 12 kementerian sehingga proses distribusi pupuk menjadi lambat.

“Solusinya apa? Bikin Perpres baru. Sekarang dari Pupuk Indonesia langsung ke pengecer, langsung ke petani. Petaninya senang semua,” jelasnya.

Baca Juga: Meski Laba Alami Peningkatan, ADRO Kehilangan Hingga 15.184 Investor di Oktober 2025

Bahkan, lanjutnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar harga pupuk subsidi diturunkan hingga 20 persen.

Dukungan untuk Inovasi dan Kemandirian Produksi Nasional

Sudaryono menegaskan, arah kebijakan Kementerian Pertanian sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama pembangunan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pasar baru yang membutuhkan peningkatan kapasitas produksi nasional di subsektor telur, ayam, susu, dan daging.

Baca Juga: Harga Saham RAFI Naik Turun 20 Persen, Manajemen Sebut Murni Merupakan Mekanisme Pasar

“Kebutuhan pangan dari program MBG ini sangat besar. Artinya ada peluang baru di sektor pangan nasional,” katanya.

Ia menutup dengan ajakan agar seluruh pelaku usaha memperkuat kolaborasi menuju pertanian maju, mandiri, dan modern demi kemandirian pangan Indonesia.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X