“Dari yang tadinya manual sekali, kemudian mekanisasi sedikit. Lama-lama ini bukan lagi mekanisasi, tapi betul-betul mekanisasi plus-plus,” ungkapnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa arah pembangunan pertanian tidak hanya berhenti pada penggunaan mesin, tetapi juga pada integrasi teknologi digital, data, dan AI dalam seluruh rantai produksi pangan.
Baca Juga: BRI Gelar RUPSLB 17 Desember Tahun 2025, Investor Tunggu Arah Baru Korporasi
Kebijakan Baru untuk Efisiensi Pupuk Subsidi dan Produksi Pangan
Selain menyoroti aspek teknologi, Sudaryono juga menekankan pentingnya efisiensi kebijakan pupuk bersubsidi agar lebih cepat dan tepat sasaran.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat 145 aturan dan melibatkan 12 kementerian sehingga proses distribusi pupuk menjadi lambat.
“Solusinya apa? Bikin Perpres baru. Sekarang dari Pupuk Indonesia langsung ke pengecer, langsung ke petani. Petaninya senang semua,” jelasnya.
Baca Juga: Meski Laba Alami Peningkatan, ADRO Kehilangan Hingga 15.184 Investor di Oktober 2025
Bahkan, lanjutnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta agar harga pupuk subsidi diturunkan hingga 20 persen.
Dukungan untuk Inovasi dan Kemandirian Produksi Nasional
Sudaryono menegaskan, arah kebijakan Kementerian Pertanian sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama pembangunan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pasar baru yang membutuhkan peningkatan kapasitas produksi nasional di subsektor telur, ayam, susu, dan daging.
Baca Juga: Harga Saham RAFI Naik Turun 20 Persen, Manajemen Sebut Murni Merupakan Mekanisme Pasar
“Kebutuhan pangan dari program MBG ini sangat besar. Artinya ada peluang baru di sektor pangan nasional,” katanya.
Ia menutup dengan ajakan agar seluruh pelaku usaha memperkuat kolaborasi menuju pertanian maju, mandiri, dan modern demi kemandirian pangan Indonesia.****
Artikel Terkait
BNPB Catat 3 Wilayah Rawan, Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Awal November 2025
Harga Saham RAFI Naik Turun 20 Persen, Manajemen Sebut Murni Merupakan Mekanisme Pasar
Dividen 4,4 Persen! AMOR Bagi Separuh Laba Bersih Kuartal III Tahun 2025
Meski Laba Alami Peningkatan, ADRO Kehilangan Hingga 15.184 Investor di Oktober 2025
Naik 2,83 Persen, IHSG Berhasil Menyentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Efek
9 Tokoh Termasuk Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo
BRI Gelar RUPSLB 17 Desember Tahun 2025, Investor Tunggu Arah Baru Korporasi
Bank BJB Batalkan 3 Pengurus Usai Surat OJK, RUPSLB Digelar 1 Desember 2025
Dari Banyumas Hingga Garut, Astra Wujudkan Ribuan Rumah Layak Huni Gratis
Wamentan Sudaryono Pangkas 145 Aturan Demi Percepat Distribusi Pupuk ke Petani