• Sabtu, 18 April 2026

Kasus Private Jet Pimpiñan KPU: DPR Siap Periksa Penggunaan Dana Publik Miliaran Rupiah

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:40 WIB
Mengintip skandal penyewaan private jet oleh komisioner KPU dalam periode Pemilu 2024 usai kini mendapat sanksi DKPP.   (Pixabay.com @ValiGreceanu)
Mengintip skandal penyewaan private jet oleh komisioner KPU dalam periode Pemilu 2024 usai kini mendapat sanksi DKPP. (Pixabay.com @ValiGreceanu)

Awal Mula Kasus Penyewaan Jet Pribadi KPU

Kasus bermula dari temuan DKPP mengenai penggunaan jet pribadi jenis Embraer Legacy 650 oleh sejumlah anggota KPU RI selama masa Pemilu 2024.

Ketua DKPP, Heddy Lugito, menyatakan langkah tersebut melanggar kode etik penyelenggara pemilu karena tidak sesuai dengan prinsip efisiensi dan kepatuhan terhadap aturan anggaran.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Pulihkan Rp13 Triliun Dari Kasus Korupsi CPO, Wilmar Terbanyak

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada teradu I Muhammad Afifuddin selaku ketua merangkap anggota KPU dan kepada anggota lainnya,” ujar Heddy dalam sidang putusan DKPP yang digelar secara daring, Selasa, 21 Oktober 2025.

DKPP juga menjatuhkan sanksi serupa kepada Sekretaris Jenderal KPU RI, Bernad Darmawan Sutrisno, sementara anggota KPU Betty Epsilon Idroos direhabilitasi karena tidak terbukti melakukan pelanggaran.

Dalih Logistik dan Efisiensi Waktu Ditolak DKPP

KPU sebelumnya beralasan bahwa penggunaan jet pribadi dilakukan karena masa kampanye Pemilu 2024 hanya berlangsung 75 hari, sehingga waktu distribusi logistik menjadi terbatas.

Baca Juga: Laba ISEA Melejit 113 Persen, Aset Naik Jadi Rp441,76 Miliar per September 2025

Namun, Anggota DKPP, Dewi Pitalolo, menyatakan dalih tersebut tidak dapat diterima.

“Dalih teradu I bahwa pertimbangan penggunaan private jet karena masa kampanye hanya berlangsung 75 hari tidak dapat diterima,” ujarnya saat membacakan pertimbangan putusan DKPP.

DKPP menemukan bahwa jet tersebut digunakan sebanyak 59 kali, dan sebagian besar penerbangan tidak dilakukan ke wilayah tertinggal, terdepan, atau terluar sebagaimana direncanakan.

Baca Juga: Guo Jiakun: Tiongkok dan Indonesia Tetap Komit Dukung Operasional Kereta Cepat Whoosh

Jet Mewah Embraer Legacy 650 dan Sorotan Publik

Jet yang digunakan adalah Embraer Legacy 650, pesawat bisnis jarak jauh buatan korporasi dirgantara asal Brasil, Embraer.

Menurut laporan Guardian Jet, pesawat ini memiliki jangkauan hingga 3.900 mil laut atau sekitar 7.223 kilometer dan mampu terbang nonstop antar benua seperti dari Jakarta ke Tokyo.

Dengan kapasitas 13 hingga 14 penumpang, kabin jet ini dirancang mewah dengan tiga zona terpisah untuk bekerja, beristirahat, dan bersantai.

Baca Juga: Badan Pangan Nasional dan Polri Awasi Sebanyak 59 Daerah, Harga Beras Masih Belum Stabil

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X