• Sabtu, 18 April 2026

7,27 Miliar Dolar Dana Whoosh: Presiden Prabowo Subianto Pastikan Proyek Aman dan Terkendali

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Kamis, 6 November 2025 | 02:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat acara peresmian revitalisasi Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.  (Facebook.com @Setkab RI)
Presiden Prabowo Subianto saat acara peresmian revitalisasi Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat. (Facebook.com @Setkab RI)

“PT KAI enggak usah khawatir, semua enggak usah khawatir, kita layani rakyat kita,” tegasnya dalam pernyataan yang menekankan tanggung jawab negara atas sarana publik.

Peringatkan Agar Isu Whoosh Tidak Dipolitisasi

Presiden juga mengimbau agar polemik proyek ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu yang bisa menimbulkan keresahan publik.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh dengan Stabil, Surplus Perdagangan Capai 65 Bulan Beruntun

“Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat,” ujarnya mengingatkan.

Transportasi Publik Harus Diukur dari Manfaat Sosial

Prabowo menjelaskan bahwa transportasi publik seperti Whoosh seharusnya dinilai dari manfaat sosial, bukan keuntungan finansial semata.

“Semua transportasi publik di seluruh dunia itu jangan dihitung untung rugi, tapi manfaatnya untuk rakyat,” jelas Presiden.

Baca Juga: Banjir dan Angin Kencang Terjang Jawa Timur, 2.800 Warga Terdampak di Awal November 2025

Pernyataan itu sejalan dengan pandangan Presiden Joko Widodo yang menilai proyek transportasi publik memberikan social return of investment.

Seperti pengurangan polusi dan peningkatan produktivitas.

Rincian Utang Whoosh dan Upaya Restrukturisasi

Berdasarkan data Managing Director PEPS, Anthony Budiawan, proyek Whoosh menelan biaya sekitar 7,27 miliar dolar Amerika.

Baca Juga: 2 Jam di Istana, Ignasius Jonan Bertemu Presiden Tegaskan Tak Ada Bahasan Terkait Whoosh

Terdiri atas 75 persen pinjaman dari Tiongkok Development Bank dan 25 persen setoran modal pemegang saham.

Kini, pemerintah tengah menegosiasikan restrukturisasi pelunasan utang agar diperpanjang hingga 60 tahun guna menjaga stabilitas keuangan nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X